Selamatkan Ibu Hamil Berisiko, Melalui Pemberdayaan Kader

TEAN KOMPYANG

Adapun peran kader di antaranya yaitu sebagai pendamping ibu dan keluarganya, menggerakkan keluarga serta masyarakat untuk mendukung kesehatan ibu dan anak, memberikan penyuluhan kesehatan ibu hamil dan serta menggali informasi masalah kesehatan yang sedang di alami oleh ibu hamil, melakukan pencatatan dan pelaporan hasil konseling yang telah diberikan kepada ibu hamil, menemukan masalah yang sedang dialami ibu hamil dan merujuk ibu untuk segera ke fasiliatas kesehatan, menjadi penggerak untuk memotivasi ibu agar dapat meningkatkan kesehatannya, dan menjadi pendamping petugas kesehatan dalam melakukan kunjungan rumah.

Pemberdayaan kader kesehatan merupakan strategi yang sangat tepat mengingat masalah kesehatan tidak cukup hanya diatasi oleh tenaga kesehatan saja, akan tetapi perlu keterlibatan masyarakat. Pada kenyataannya. kasus kehamilan risiko banyak ditemukan di masyarakat, tetapi tenaga kesehatan tidak bisa menemukannya satu persatu. Dengan adanya sumber daya lokal kader kesehatan, pesan- pesan kesehatan lebih mudah diterima, dan dengan lebih jelas.

Penelitian menemukan deteksi  dini  komplikasi   kehamilan sudah  dilakukan oleh kader namun tidak semua kader  memiliki  inisiatif  dan  mampu mengidentifikasi. Kader masih selalu menunggu informasi dari bidan. Dalam perencanaan persalinan kader juga sudah mampu mendampingi ibu hamil dan memberikan Informasi dan Edukasi namun belum  dapat  mengarahkan  apabila ditemukan permasalahan.

Hambatan  kader  yang terbanyak  adalah  sulitnya  memberikan  pengertian  kepada  keluarga  agar  mendukung  ibu  hamil untuk  dirujuk  dirumah  sakit  dan  sebagian  kader  kurang  percaya  diri  dalam  mendeteksi  resiko pada kehamilan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top