Sekwan Bali Dalami Implementasi Kendaraan Listrik di Jakarta 

IMG-20260707-WA0038
Sekwan DPRD Bali I Ketut Nayaka, memimpin rombongan saat mengunjungi Kantor Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Selasa (7/7).

Ketua Sub Kelompok Ketenagalistrikan, Disnakertransgi DKI Jakarta, Nurasih Hery Putranti, mengungkapkan Pemprov DKI Jakarta menargetkan penurunan emisi karbon sebesar 30 persen pada 2030 dan mencapai net zero emission pada 2050.

"Hingga kini DKI Jakarta telah memiliki 1.473 stasiun pengisian kendaraan listrik (charger) yang tersebar di sekitar 800 lokasi. Selain itu, telah tersedia pula SPKLU privat sebanyak delapan unit untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik," kata Nurasih. 

Di sektor transportasi publik, Pemprov DKI Jakarta juga terus melakukan elektrifikasi armada TransJakarta. Hingga tahun 2025, sebanyak 500 unit bus listrik telah dioperasikan sebagai bagian dari upaya mengurangi emisi dari sektor transportasi.

Ia melanjutkan, pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Jakarta juga mendapat dukungan melalui program ENTREV (Enhancing Readiness for the Transition to Electric Vehicles in Indonesia). Program yang berlangsung pada 2022–2026 tersebut mendukung pemerintah dalam penyusunan kebijakan, penguatan kelembagaan, hingga pembangunan infrastruktur kendaraan listrik.

Melalui program tersebut, DKI Jakarta telah menerima hibah 10 unit EVCS roda dua di enam lokasi, menyusun peta jalan pembangunan infrastruktur kendaraan listrik roda dua dan roda empat, menyusun Detail Engineering Design (DED) pembangunan SPKLU, serta mendorong lahirnya peraturan gubernur mengenai pengelolaan kendaraan dinas yang telah mengadopsi penggunaan kendaraan listrik.

Berdasarkan data tahun 2023, jumlah kendaraan listrik di DKI Jakarta mencapai sekitar 11 ribu mobil listrik dan 23 ribu sepeda motor listrik.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top