"Sekolah Lansia bukan sekadar wadah belajar bagi para lansia, tetapi menjadi bentuk pendidikan nonformal yang membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan di bidang kesehatan, keagamaan, sosial, dan budaya. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pembelajaran hingga prosesi wisuda, sehingga mampu menjadi lansia yang tangguh, sehat, mandiri, dan berkualitas," kata Agus.
Pada pelaksanaan program, Sekolah Lansia Desa Kelusa diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari enam banjar di wilayah Desa Kelusa. Kegiatan pembelajaran akan berlangsung selama enam bulan, mulai Juli hingga Desember 2026, dengan total 12 kali pertemuan yang memadukan pembelajaran di kelas dan praktik lapangan. Seluruh pembiayaan program bersumber dari APBDes Desa Kelusa Tahun Anggaran 2026.
Peluncuran Sekolah Lansia Desa Kelusa juga menandai pencapaian penting dalam pengembangan program kelanjutusiaan di Bali. Sekolah Lansia Desa Kelusa menjadi Sekolah Lansia ke-32 di Kabupaten Gianyar sekaligus ke-63 di Provinsi Bali.
Kehadiran sekolah ini diharapkan memperkuat implementasi pembelajaran sepanjang hayat bagi lansia melalui kurikulum yang berkelanjutan, penguatan tujuh dimensi Lansia Tangguh, serta sinergi dengan Bina Keluarga Lansia (BKL) dan layanan kesehatan.
Melalui peluncuran Sekolah Lansia Desa Kelusa, Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Bali bersama pemerintah daerah dan seluruh mitra memperkuat komitmen dalam membangun ekosistem yang mendukung lansia tetap sehat, mandiri, aktif, produktif, dan bermartabat.










