Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswi semester III di Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai Denpasar. "Ini mimpi besar saya," kata pemegang lisensi resmi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) ini.
Purnami melanjutkan, jumlah guide Rusia tergolong minim. Tercatat hanya 130 pemegang lisensi di Bali. Rasio itu tentu belum ideal dengan jumlah wisatawan. Apalagi akhir-akhir ini, banyak warga Rusia yang datang tidak berbekal uang memadai karena menghindari wajib militer di negaranya yang sedang berperang.
Purnami mengakui bahwa dirinya menyukai tantangan. Di tengah segudang kesibukannya itu, Purnami masih sempat menekuni banten atau menjadi sarati. Usaha camilan dan sarati ini tercetus kala Pandemi Covid-19. Situasi yang memporak-porandakan sektor pariwisata.
Purnami yakin, kaum perempuan merupakan mahluk istimewa yang ditakdirkan multitasking, asalkan punya kemauan kuat untuk belajar. (Gde)










