RTH Bung Karno Jadi Panggung Ekspresi Seni, Disbud Buleleng Buka Ruang Tampil Tiap Akhir Pekan

pertunjukan
Penampilan kesenian yang dilakukan di RTH Bung Karno

“Kami tidak melakukan seleksi. Siapa pun yang siap tampil kami fasilitasi. Kalau jadwal berbenturan, bisa kami barungkan. Prinsipnya, semua mendapat kesempatan,” tegasnya.

Seluruh kebutuhan pementasan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan, mulai dari panggung, karpet, tata suara, hingga penyediaan gamelan jika sanggar tidak memilikinya. Bahkan, untuk sanggar yang tidak memiliki penabuh, Dinas Kebudayaan melalui Sekaa Gong Praja Gurnita siap mengiringi.

Selain berdampak pada pelestarian seni tradisional, kegiatan ini juga memberikan efek positif terhadap perekonomian sekitar. Kehadiran penonton mendorong keramaian kios, pedagang, dan area parkir di sekitar RTH Taman Bung Karno.

“Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ini tidak hanya tentang seni, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal,” tambahnya.

Jenis kesenian yang ditampilkan beragam, mulai dari tari tradisional, tabuh, wayang, hingga kolaborasi antar sanggar. Setiap sanggar yang tampil juga menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah daerah.

Untuk tahun 2026, format pementasan diatur dengan durasi minimal satu setengah jam untuk setiap sanggar, yang umumnya digelar setiap Sabtu malam mulai pukul 19.00 Wita, kecuali pada hari-hari besar keagamaan tertentu.

Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng mengajak seluruh sanggar, seke, dan komunitas seni di Buleleng untuk memanfaatkan ruang ini sebagai wadah ekspresi dan pelestarian seni tradisional.

“Silakan mendaftar dan tampil. RTH Taman Bung Karno adalah milik bersama, panggung bersama untuk seni Buleleng,” pungkas Wisandika. @gus

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top