Puluhan Ekor Babi Mati Mendadak Di Desa Dausa Peternak Babi Was-Was Diduga Akibat Penyebaran Virus ASF

Disampaikan Eka Diana Putra, gejala sakit babinya dimulai dari demam, tidak mau makan, lemas dan tidak mau bangun. “Tyang juga sudah konsulkan ke dokter hewan, dan sudah dilakukan pengobatan dengan cara disuntik termasuk kepada babi yang sehat. Namun itu, tidak mempan. Di tempat saya saja, lima babi sudah mati dan sudah tyang kuburkan,” sesalnya.

 Selain lima ekor babinya yang telah mati, ada dua indukan babinya juga mengalami keguguran diduga karena penyebaran virus tersebut. “Sedangkan yang lainnya, juga dalam kondisi sakit, tidak mau makan. Itu dalam satu kandang. Tyang punya 18 ekor indukan babi, sekarang hanya tinggal beberapa saja,” ujarnya, sembari menegaskan kembali lima ekor babinya telah mati mendadak. “Untuk sisanya kondisinya sakit, kemungkinan sih akan mati juga. Kalau dikubur dalam kondisi hidup saya juga tidak tega, sehingga tak biarin saja dulu,” imbuhnya pesimis.

Atas kematian puluhan babi yang terjadi diwilayahnya tersebut, pihaknya curiga selain disebabkan karena adanya pemotongan babi sakit dari Denpasar, juga akibat lalu lintas saudagar luar Bangli ke daerahnya yang cukup marak. “Kecurigaan didaerah saya, saudagarnya banyak. Di rumah saya saja, ada lima saudaga. Pastinya karena saudagar ingin cari untung besar, banyak nyari yang murah. Karena itu, kemungkinan juga penyebaran virus ini disebabkan karena lalu lintas saudara luar Bangli ke daerah saya,” bebernya.

Sementara untuk penyebaran dari pakan, tidak dimungkinan. Lantaran yang bersangkutan mengaku hanya memberikan pakan berupa dedak bali ditambah tepung jagung dan konsentrat yang dicampur sendiri. “Tujuan saya melapor ke dinas, supaya saya tahu apa yang harus saya lakukan untuk penanggulanginya. Saya tidak berharap dapat bantuan. Cuma berharap kejelasan agar kami peternak tidak resah. Meski saya ketahui, kalau yang sudah kena, tidak mungkin selamat lagi. Tapi yang belum kena, apa yang harus saya lakukan dan bagaimana penangananya. Walapun beritanya tidak berpengaruh kepada manusia, tapi kita tetap was-was,” tegasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top