Pulau Cahaya yang Terluka: Alarm Kesehatan Mental dari Bali

IMG-20250916-WA0007
(foto ilustrasi:sharegendre)

Sahabat yang Menyelamatkan : Konselor Sebaya

Bagi generasi muda, penyelamat kadang bukan datang dari tokoh besar, melainkan dari sosok yang paling dekat: teman sebaya. Di tengah tuntutan akademik, tekanan keluarga, derasnya arus media sosial, hingga pencarian jati diri yang penuh gejolak, sering kali remaja merasa lebih nyaman bercerita pada orang yang berada di tahap kehidupan yang sama. 

Dari sinilah lahir gagasan tentang Konselor Sebaya, sebuah program yang menjadi bagian dari Generasi Berencana (GenRe) yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

Konselor sebaya bukanlah psikolog atau pakar kesehatan mental. Mereka adalah remaja yang mendapat pelatihan untuk mendengar dengan empati, menahan diri dari menghakimi, dan memberi ruang aman bagi temannya untuk berbagi. Justru karena kedekatan usia, percakapan menjadi lebih cair, lebih hangat, dan lebih mudah membuka hati. 

Seorang konselor sebaya bisa menjadi orang pertama yang mendengar jeritan batin temannya, entah berupa kegelisahan akademik, tekanan hubungan, atau bahkan pikiran untuk mengakhiri hidup. Dengan begitu, konselor sebaya berfungsi sebagai jembatan penting antara lingkaran pertemanan yang akrab dan sistem pendampingan profesional yang lebih luas.

Program yang merupakan bagian dari semangat GenRe ini menekankan pentingnya remaja tumbuh sehat, tangguh, dan peduli pada sesama. GenRe tidak hanya bicara tentang perencanaan masa depan, tetapi juga menciptakan ruang solidaritas, di mana remaja saling menopang dan mengingatkan bahwa tidak ada yang harus menghadapi kesulitan sendirian. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top