MANGUPURA - balinusra.com | Perjalanan menuju jabatan akademik tertinggi tidak selalu berjalan lurus. Prof. Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si., harus mengambil keputusan besar ketika memilih meninggalkan kiprahnya di dunia kepemiluan, dan kembali fokus menuntaskan karier akademik.
Guru Besar bidang Reformasi Administrasi Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) ini resmi dikukuhkan pada Jumat (16/10/2026), di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) bertepatan dengan wisuda Undiknas ke-102.
Pengukuhan ini menorehkan sejarah baru karena ia menjadi guru besar tetap ke-11 di Undiknas, sekaligus guru besar pertama di Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora (FISHUM).
Perempuan kelahiran Desa Ulakan, Kecamatan Manggis, 11 Mei 1974 ini mengungkapkan bahwa salah satu motivasi terbesarnya adalah memenuhi janji kepada diri sendiri dan keluarga untuk menyempurnakan perjalanan karier akademiknya.
Lepas Jabatan Komisioner KPU Bali demi Menuntaskan Karier Akademik
Keputusan penting tersebut diambil pada tahun 2018. Setelah mengabdikan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali selama periode 2013–2018, Prof. Widhiasthini dihadapkan pada pilihan sulit. Melanjutkan kiprah di dunia kepemiluan atau kembali ke kampus untuk mengejar jabatan guru besar.
Saat itu, ia sempat mendapat dorongan kuat dari masyarakat untuk melanjutkan kiprah di dunia kepemiluan hingga tingkat KPU RI. Namun, setelah mempertimbangkan persyaratan administratif serta konsekuensi terhadap kariernya sebagai dosen, ia mantap memilih kembali ke dunia akademik.









