Prof. Suka Yasa Kupas Cara Membangkitkan Kembali Taksu “Jadma” Bali

IMG-20260211-WA0015
Prof. Dr. I Wayan Suka Yasa, M.Si., dalam diskusi budaya atau Widyatula serangkaian Bulan Bahasa Bali ke 8, di Gedung Ksiranawa, Taman Budaya Bali, Senin (9/2/2026).

“Perilaku manusia akan direspon oleh alam melalui hukum alam. Apa yang terjadi sekarang sesungguhnya sudah termuat dalam lontar, hanya saja perlu diinterpretasi sesuai zaman,” jelasnya, seraya mengingatkan prinsip manut desa, kala, patra.

Suka Yasa menekankan pentingnya menghidupkan sastra dan ajaran dharma tidak hanya pada tataran pemahaman, tetapi juga melalui latihan nyata yang melahirkan pengalaman spiritual. “Jangan hanya membaca, tetapi berlatih agar kita benar-benar mengalami,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Ida Bagus Alit Suryana, S.Ag mengapresiasi antusiasme peserta, khususnya kalangan generasi muda yang memenuhi ruang diskusi. Ia menilai forum seperti ini menjadi ruang strategis untuk membangkitkan taksu Jadma Bali sesuai konteks kekinian.

“Ini sangat menarik, terutama karena anak-anak muda dari kampus hadir dengan antusias. Mereka ingin tahu bagaimana membangkitkan taksu yang relevan dengan zaman sekarang,” ujarnya.

Menurut Alit, membangkitkan taksu tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Generasi muda diajak memulainya dari praktik sederhana melalui Tri Kaya Parisudha, yakni berpikir, berkata, dan berbuat yang baik. Tahapan ini menjadi fondasi sebelum masuk ke pemahaman sastra dan aksara Bali yang lebih mendalam.

“Jangan langsung lompat ke tahapan menghidupkan sastra dalam tubuh. Mulailah bertahap, dari mengenali karakter diri, belajar dengan sungguh-sungguh, dan melaksanakan swadharma masing-masing dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Ia juga menilai ruang-ruang diskusi budaya seperti yang berlangsung saat ini sejatinya sudah tumbuh di berbagai banjar dan komunitas, terutama selama Bulan Bahasa Bali. Tantangannya ke depan adalah menyederhanakan pemahaman agar ajaran dharma mudah dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top