“Ukuran keberhasilan kepolisian tidak hanya dilihat dari banyaknya perkara yang berhasil diungkap, tetapi juga dari kemampuan memberikan rasa aman, melindungi hak masyarakat, mencegah terjadinya kejahatan, dan menghadirkan keadilan dalam kehidupan sehari-hari,” tegas Prof. Sujana.
Keamanan Bali Merupakan Fondasi Pariwisata Berkelanjutan
Sebagai destinasi pariwisata internasional, Bali membutuhkan kondisi keamanan yang kondusif dan kepastian hukum yang dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat lokal, wisatawan, serta pelaku usaha.
Prof. Sujana berharap Kapolda Bali memberikan perhatian terhadap pencegahan tindak kriminal yang dapat merugikan masyarakat dan mengganggu keberlanjutan pariwisata. Penanganan pelanggaran hukum oleh siapa pun harus dilakukan secara konsisten tanpa membedakan kewarganegaraan, kedudukan sosial, ataupun latar belakang ekonomi.
Keamanan pariwisata, menurutnya, tidak boleh hanya dimaknai sebagai upaya menjaga citra Bali di tingkat internasional. Lebih dari itu, keamanan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, melindungi budaya lokal, dan mendukung keberlanjutan lingkungan serta perekonomian daerah.
Dengan demikian, kepolisian diharapkan dapat membangun kemitraan yang produktif dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku pariwisata, dan masyarakat adat untuk mengantisipasi berbagai tantangan keamanan yang terus berkembang.
Perguruan Tinggi sebagai Mitra Strategis Kepolisian
Dalam kapasitasnya sebagai Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kemahasiswaan Universitas Warmadewa, Prof. Sujana memandang perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan budaya sadar hukum.










