Prodi PKK Undiksha Singaraja, Cetak Calon Guru dan Wirausaha

Sebanyak 16 karya mahasiswa Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Universitas Pendidikan Ganesha atau Undiksha ditampilkan pada gelaran Busana dan Cipta Karya Tata Rias, di auditorium kampus setempat, Kamis (14/12/2017) malam.

SINGARAJA-fajarbali.com | Mengusung konsep “Kingdoms” berbagai busana dan tata rias aneka konsep bernuansa kerajaan di Nusantara dan kebudayaan negara luar tampak sangat gemerlap. “Kingdoms” menampilkan Adat Jawa, Bali, Kerajaan Sriwijaya, juga luar negeri seperti Perancis, Mongolia, China, dan Jepang.

Rektor Undiksha, Dr. I Nyoman Jampel menyambut baik pagelaran yang juga rangkaian tugas akhir (TA) mahasiswa tersebut. Menurutnya kegiatan itu bisa dijadikan tolok ukur peluang apa saja yang bisa dijalani lulusan dalam berkarier.

Jampel mengatakan, mahasiswa PKK sangat dimungkinkan menjadi wirausaha, dilihat dari proses pembelajarannya yang mengedepankan nilai-nilai kreatif dan penumbuhan karakter interpreneur.

Oleh karenanya, kata dia, perlu inovasi terbaru agar bisa bersaing dengan perguruan tinggi lain, yang juga membuka program studi serupa. “Ini kan sangat bagus ya. Jadi dilihat dari segi akademisnya ada, mengedukatif, juga karya-karya ini membuktikan buah dari pembelajarannya selama ini. Kalau ini dikembangkan, bukan tak mungkin bisa dijadikan sebuah peluang usaha di bidangnya,” tegas Rektor Undiksha seusai acara.

Jampel juga menginginkan, pengembangan inovasi tersebut bisa memajukan bidang ekonomi kreatif. Katanya, ekonomi kreatif di bidang busana dan tata rias saat ini masih jadi tren di kalangan anak muda.

“Jadi guru memang. Selain guru, kemampuan merancang inilah yang harus dikembangkan terus. Mungkin tahun berikutnya kalau bisa ditindaklanjuti lagi, agar tak sampai di acara ini saja. Coba lakukan promosi dan kembangkan produk ke beberapa event-event yang mungkin bisa menghasilkan nilai jual. Selain berteori, praktik berniaga juga harus jalan,” ungkapnya.

Sementara, koordinator pelaksana, Anisa Vanika Sari mengungkapkan, ada sekitar 16 karya yang merupakan hasil tugas perkuliahan yang diperagakan Kamis malam lalu. Semuanya hasil pengembangan konsep yang diusung mahasiswa semester 7.

Anisa menjelaskan, ada beberapa siswi SMA dan SMK di Singaraja berpartisipasi menjadi model busana dan tata rias. Partisipan tersebut sebelumnya melewati seleksi sebelum diikutsertakan dalam pagelaran itu.

“Kita libatkan anak-anak yang memiliki bakat di bidang modeling. Jadi selain mahasiswa bisa berkarya, tentu ini sebagai ajang untuk menyalurkan bakat modeling mereka (siswi partisipan). Bisa dibilang, sama-sama menguntungkan. Mereka membantu kami, sekaligus mereka punya wadah. Puji Tuhan, orangtua mahasiswa dan partisipan mendukung penuh,” ungkap mahasiswi semester 5 tersebut.

Senada dengan rektor, mahasiswi asal Denpasar ini berharap, jika lulusan PKK tak mendapat kesempatan menjadi tenaga pendidik atau guru, bekal mereka selama kuliah bisa jadi modal yang tetap memberi peluang menguntungkan.

“Sangat untung sekali ya. Ilmu-ilmu bisa diterapkan di mana saja. Tak hanya di sekolah, tapi kita bisa membuka usaha butik, membuka pelatihan tata busana, tenaga kecantikan. Jadi lapangan kerja PKK sangat-sangat luas,” ujar Anisa memungkasi. (eka)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Proyek Pasar Semarapura Dituntut Tuntas Tepat Waktu

Sen Des 18 , 2017
Jelang tutup tahun, Komisi II DPRD Klungkung intensif memantau realisasi proyek fisik. Senin (18/12/2017) Ketua Komisi II DPRD, Komang Suantara bersama AA Sayang Saputra mengecek pembangunan Pasar Semarapura. Selain ketepatan waktu pengerjaan, kualitas material juga menjadi sorotan dalam peninjauan tersebut.
BPD BALI