Ketua Agro Abian Salak, I Nyoman Mastra atau yang akrab disapa “Kongking”, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para petani. Ia menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan varietas salak Sibetan, sekaligus mendorong masyarakat untuk meningkatkan konsumsi pangan fungsional lokal guna menjaga kesehatan. “Kegiatan ini membuka wawasan para petani mengenai manfaat salak tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bahan untuk menunjang kesehatan,” ujarnya. Kegiatan ini selaras dengan bidang unggulan Poltekkes Kemenkes Denpasar, khususnya terkait kajian kanker dan kesehatan pariwisata. Melalui kerja sama yang terjalin baik antara akademisi dan masyarakat, diharapkan program pemberdayaan ini dapat terus dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat identitas lokal Desa Sibetan sebagai sentra salak yang bernilai tambah.sar










