Polda Klaim Tri Nugraha Bunuh Diri, Kombes Dodi: Pengacara Tidak Tahu Ada Senpi


"Di toilet ada bilik tertutup ada bilik terbuka. Jadi setelah pengacara keluar diperkirakan ada bunyi tembakan," terang mantan Direktur Resnarkoba Polda Sulawesi Tengah itu.  


Menurut Kombes Dodi, pengacara korban sudah menjalani pemeriksaan. Dari keterangan pengacara menerangkan bahwa memang benar dia yang mengambil tas di loker bawah. Dimana, saat itu mereka (korban dan pengacara) bersiap-siap ke Lapas Kerobokan karena korban akan ditahan hari itu juga. 


Pengacara korban juga menjelaskan dia tidak sempat melihat tas itu dan dia tidak menduga kalau di tas itu ada senpi. "Kami juga menanyakan patut tidak di tas itu ada senjata, dia tidak yakin karena selama ini dia tidak tahu kalau ada senpi di tas," ujarnya. 


Pun demikian, penyidik juga sempat menanyakan selama berhubungan apa pernah melihat yang bersangkutan bawa senpi. "Dia jawab tidak pernah. Kami tanyakan lagi posisi terakhir tas ditemukan sudah dalam keadaan setengah terbuka. Makanya dari petunjuk petunjuk ini kami dapatkan kesimpulan kemungkinan besar tas itu ada senjata dan dikuatkan saksi yang lain," ujarnya. 


Ditambahkan Kombes Dodi, hal ini dikuatkan dari rekaman CCTV Kantor Kajati Bali bahwa sebelum ke lapas Kerobokan, pengacara mengambil tas untuk persiapan berangkat dan TN sempat berkata "bang sekalian ambilkan tas saya", lalu diambilkan oleh pengacara. 


"Dari di CCTV terlihat pengacara turun ke bawah dan naik ke atas membawa tas  selempang dan tas korban. Jadi, diduga kuat senjata itu dibawa oleh korban, dan untuk pengacara sendiri dia mengakui semua dia yang membawakan dan mengambilkan, mengakui semua. Tapi pengacara tidak tahu kalau di tas ada senpi, tidak melihat dan tidak menduga kalau di tas ada senpi," ungkapnya lagi. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top