Wiasthana Ika Putra menuturkan Unud sebagai lembaga pendidikan tinggi telah berkontrisibusi sangat besar dalam pengembangan sumber daya manusia maupun perencanaan pembangunan.
“Selain MPKB, kami mendorong agar Unud segera mewujudkan SDGs Center sehingga realisasi pencapaian tujuan SDGs di Bali bisa dipercepat,” tegasnya.
Dia pun memotivasi civitas akademika Unud baik dosen dan mahasiswa untuk berperan lebih aktif dalam membantu pencapaian SDGs terutama pengentasan kemiskinan yang masih menjadi tantangan berat. Tingkat kemiskinan di Bali saat ini 4,25 % dari 2,3 juta penduduk. Sekitar 190.000 penduduk Bali, katanya, masih tergolong miskin.
Direktur System Dynamic Center Dr. Irman Firmansyah, S.Hut., M.Si memaparkan fungsi big data dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Melalui analisis sistem dinamik, katanya, big data dapat digunakan untuk memprediksi laju pembangunan ataupun kerusakan lingkungan akibat pembangunan.
“Dengan Sistem dinamik juga dapat disusun berbagai scenario mengatasi permasalah tersebut, “ tegas Dosen IPB University itu.
Dicontohkan, penggunaan sistem dinamik dapat digunakan memprediksi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang pembangunan jalan tol Mengwi-Gilimanuk.
Selanjutnya dibuatkan scenario antisipasi agar pembangunan jalan tol itu tidak berimbas terlalu buruk bagi masyarakat Bali baik dari sisi lingkungan maupun sosial budaya.
Direktur PPS Unud Prof. Dr. I Wayan Budiasa, SP. MP., IPU menjelaskan kegitan talkshow tersebut dilaksanakan berkaitan dengan perayaan HUT PPS Unud ke 31 yang jatuh 6 Oktober 2023. Selain itu, ada kegiatan syukuran dengan potong tumpeng dan diluncurkan Klinik Hukum Kesehatan. Seluruh rangkaian kegiatan dihadiri undangan dari pimpinan di lingkungan Unud, dosen dan mahasiswa PPS Unud. (rl)










