*Prodi-prodi keguruan masih tinggi peminat.
*Masa depan tidak diwariskan, tapi diperjuangkan. Dan, perjuangan itu dimulai hari ini!
DENPASAR-fajarbali.com | Universitas PGRI Mahadewa Indonesia atau UPMI Bali, membuka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Apmhiteater Living World, Denpasar, Jumat (4/9/2026), malam. Pembukaan PKKMB dirangkai Malam Kreativitas Kampus, dibuka Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) VIII Bali-NTB Dr. Ir. IGL Bagus Eratodi, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng.
Tahun ini, UPMI Bali berhasil menjaga kepercayaan publik dengan perolehan mahasiswa baru yang stabil. Bahkan sebagian besar datang dari luar Bali. Program studi keguruan masih menjadi favorit, mengingat UPMI Bali dikenal sebagai kampus pencetak guru profesional sejak bernama IKIP PGRI Bali.
Rektor dan jajaran pun ingin menyajikan PKKMB yang lebih inovatif tahun ini. Usai pembukaan PKKMB, seluruh sivitas akademika dan para pengunjung pusat perbelanjaan Living World larut dalam konser Lolot Band, Gek Mira, Gek Is, Trio Alumni, koreagrafi Harmoni Nusantara. Rektor Prof. Dr. Drs. I Made Suarta pun tak ketinggalan menyumbangkan suara.
Rektor Suarta mengatakan, PKKMB sengaja dirancang berbeda dari tahun sebelumnya, sekaligus ajang promosi kampus. Meski nama UPMI Bali sudah dikenal luas ke pelosok negeri, namun transformasi dari IKIP ke UPMI masih perlu digaungkan.
Selain itu, malam kreativitas menjadi momentum menyosialisasikan program pemerintah, khusus Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS). UPMI Bali, kata dia, menjadi kampus terdepan mendukung program andalan Gubernur Koster tersebut. Buktinya, UPMI menyediakan kuota hingga 100 kursi di berbagai program studi.
"Mahasiswa yang lolos Program Satu Keluarga Satu Sarjana, bebas biaya sampai lulus sarjana. Bahkan dapat uang saku Rp1,4 juta tiap bulan. Kami mengajak seluruh masyarakat yang hadir di sini untuk mengikutinya, tentu dengan ketentuan berlaku," ujar Prof. Suarta.
Kepada para mahasiswa baru, dirinya berpesan agar tidak menyia-nyiakan waktu. Kampus, menurutnya, adalah tempat menempa diri, bukan tempat bermalas-malasan.
Ia mengingatkan, mahasiswa baru yang berasal dari berbagai latar belakang dan daerah itu, merupakan bagian dari Indonesia Emas 2045. Sehingga, jika salah dalam memanfaatkan kesempatan, hanya penyesalan yang didapatkan.
UPMI Bali, lanjut rektor, merupakan kampus yang ramah prestasi, apalagi di bidang olah raga. Karenanya, seluruh mahasiswa mempunyai kesempatan yang sama untuk menunjukkan prestasi hingga ke ajang internasional.
"Jangan pernah takut gagal. Gagal itu soal biasa. Yang penting adik-adik tidak berhenti mencoba. Ingat, waktu ibarat air mengalir. Ia tidak bisa kembali. Saya mohon aktif di unit kegiatan mahasiswa. Itu sangat bermanfaat bagi kalian," pesan rektor.
"Masa depan tidak diwariskan, tapi diperjuangkan. Dan, perjuangan itu dimulai hari ini," pungkasnya.
Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan (YPLP) PT IKIP PGRI Bali Drs. IGB Arthanegara, SH., M.Pd., menegaskan, sejak didirikan 43 tahun lalu, UPMI Bali telah melewati berbagai tantangan dan transformasi. Ribuan alumninya pun telah mengisi ruang-ruang pembangunan bangsa.
Sektor pembangunan yang diisi alumninya pun tergolong paling strategis, yakni pendidikan. Bagaimana pun, menurut Arthanegara, guru merupakan fondasi terpenting dalam sebuah negara. Contohnya saat Jepang hancur karena bom atom.
"Setelah bom atom meluluhlantakkan Hiroshima dan Nagasaki tahun 1945, Kaisar Hirohito menanyakan jumlah guru yang tersisa, bukan jumlah tentara yang gugur. Lalu mereka mulai membangun generasi dari sisa guru yang tidak banyak itu," jelas Arthanegara.
Lebih lanjut, ia memotivasi mahasiswa bahwa meskipun era kecerdasan buatan berjalan sangat cepat, namun peran guru tidak bisa digantikan. Guru tetaplah guru yang bukan hanya mengajar, tetapi mendidik dengan hati.
Kepala LLDikti VIII Bagus Eratodi menambahkan, mahasiswa baru hendaknya sudah memiliki ancang-ancang memikirkan masa depan. Diketahui, Indonesia mengalami bonus demografi, jika tidak dimanfaatkan, malah menjadi beban pembangunan.
Bagus Eratodi terus mendorong mahasiswa yang notabene menjadi ujung tombak agen perubahan untuk memberikan dampak nyata bagi masyarakat. "Saat ini yang penting adik-adik mahasiswa baru beradaptasi dulu dengan dunia pendidikan tinggi, setelah itu lakukan kewajiban sebagai mahasiswa dengan sungguh-sungguh," kata Bagus Eratodi. [gde]










