Dinda menjelaskan, saat ini PJJ Manajemen memiliki sekitar 190 mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah di Bali maupun luar Bali. Bahkan beberapa mahasiswa mengikuti perkuliahan sambil bekerja di luar negeri.
“Mahasiswa kami berasal dari berbagai latar belakang. Ada yang bekerja di Bali, luar daerah, bahkan ada yang bekerja di Maldives. Program ini memang dirancang untuk memberikan fleksibilitas bagi mereka yang sudah bekerja,” jelas Dinda.
Ia menambahkan, sistem pembelajaran dilakukan secara asinkronus melalui Learning Management System (LMS), sehingga mahasiswa dapat mengakses materi, video pembelajaran, dan tugas kapan pun sesuai jadwal masing-masing.Meski berbasis daring, proses pembelajaran tetap diawasi secara ketat.
“Jangan berpikir kuliah online itu lebih mudah. Aktivitas mahasiswa tetap dipantau, mulai dari kehadiran, tugas, hingga capaian pembelajaran. Semua proses belajar tetap terukur,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, PJJ Manajemen Undiknas juga diperkirakan akan kembali meluluskan puluhan mahasiswa.
“Kami memperkirakan sekitar 50 mahasiswa akan menyelesaikan studi pada periode wisuda berikutnya. Semoga seluruh prosesnya berjalan lancar,” katanya.
Dekan FEB Undiknas, Dr. Desak Made Febri Purnama Sari, S.E., M.M., menegaskan bahwa PJJ Manajemen merupakan program sarjana yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya kalangan pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan profesinya.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap program ini terus meningkat dari tahun ke tahun karena menawarkan fleksibilitas waktu belajar tanpa mengurangi kualitas akademik.
“Mahasiswa tetap memperoleh pendidikan yang sama sesuai standar akademik perguruan tinggi, hanya metode pembelajarannya yang berbeda karena dilakukan secara daring,” ujarnya.










