PIB College Bidik Sertifikasi TCM Pertama di Indonesia, Kuatkan Ekosistem Wellness Tourism Bali

IMG_20260805_201937
PIB College bersama BAKU menyelenggarakan TCM Workshop Series 02, Wellness Tourism pada Rabu (5/8/2026) 

TABANAN - Fajarbali.com | Mengusung konsep kesehatan berbasis tradisi, PIB College bersama BAMA Karya Usada (BAKU) menyelenggarakan TCM Workshop Series 02: Wellness Tourism pada Rabu (5/8/2026) di Cafe Lab PIB College, Tabanan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendorong pariwisata kesehatan di Bali melalui pendekatan edukatif yang mengintegrasikan pengobatan tradisional Tiongkok dengan industri perhotelan dan retreat.

Workshop menghadirkan Dr. Wang Lu, pakar TCM Bone-setting & Rehabilitation dari Tiongkok. Dalam sesi tersebut, peserta tidak hanya belajar tentang kuliner sehat berbasis TCM, tetapi juga memahami hubungan antara pola makan dengan struktur tulang, postur, dan kesehatan wajah.

Direktur Partnership & Event PIB College, Made Herry Erika Sedana, M.Tr.Par.,M.Sc., menyebut workshop ini adalah langkah strategis untuk memposisikan Bali sebagai destinasi wellness tourism berkelas dunia.

"Ini workshop kedua kami. Kali ini kami fokus pada exotic culinary TCM untuk penyembuhan dan pencegahan. Tujuannya jelas, membangun ekosistem wellness tourism yang berkelanjutan," kata Erika.

Ia menekankan bahwa segmen wellness dan luxury tourism memiliki daya ungkit ekonomi lebih tinggi dibanding pariwisata massal. Nilai spending per wisatawan pada segmen ini juga jauh lebih besar.

Lebih lanjut, PIB College menargetkan diri menjadi pusat sertifikasi resmi Traditional Chinese Medicine pertama di Indonesia. 

"Ke depan, pelaku industri retreat, spa, dan hotel bisa mengirim SDM-nya ke PIB untuk pelatihan dan sertifikasi TCM. Ini bagian dari tanggung jawab kami menyiapkan SDM pariwisata yang kompeten," ujarnya.

Kerja sama PIB dengan BAKU dan Bali Mandarin Academy telah berjalan 3 tahun. Pada workshop kali ini, tim ahli dari Tiongkok turut hadir langsung untuk memberikan transfer pengetahuan dan teknologi.

"Kami ingin kolaborasi ini berdampak nyata. Mungkin PIB adalah kampus pertama di Indonesia yang membuka kelas khusus TCM terintegrasi dengan pariwisata," tambah Erika.

BACA JUGA:  Pemkab Tabanan Gelar Rapat Koordinasi Penegakan Disiplin Hukum Protokol Kesehatan Pelaksanaan Pilkada Serentak Tahun 2020

Hal senada disampaikan Dr. Wang Lu. Menurutnya, TCM bukan hanya milik satu bangsa, tetapi merupakan teknologi kesehatan global. 

"Baik orang Indonesia, Eropa, maupun Nusantara, semua bisa mendapatkan manfaatnya. Kami ingin memperkenalkan TCM untuk membantu masyarakat hidup lebih sehat," ungkapnya.

Direktur Bali Mandarin Academy, David Kurniawan, menambahkan bahwa pihaknya konsisten menghadirkan tenaga medis terbaik dari rumah sakit di Tiongkok. 

"Fokus kami di edukasi. Kami datangkan tim ahlinya agar masyarakat di Bali, khususnya civitas PIB, benar-benar memahami TCM secara ilmiah. Ini penting karena sangat berkaitan dengan pengobatan alternatif yang sudah berkembang di Bali," jelasnya.

Ke depan, materi TCM ini akan diintegrasikan ke dalam kurikulum Program Studi Manajemen Perhotelan 4 tahun di PIB. Lulusan diharapkan siap bekerja di hotel bintang 5 dengan layanan retreat, spa, dan wellness.

Melalui TCM Workshop Series 02, PIB College dan BAKU berharap dapat menjadi katalisator lahirnya destinasi wellness tourism baru di Bali yang berbasis ilmu, sertifikasi, dan standar internasional.M-002

 

 

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top