Pertama di Bali, UTD PMI RSUP Sanglah Lakukan Donor TPK Bagi Pasien Covid-19

 

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya, MPPM sangat menyambut baik pelaksanaan terapi plasma konvalesen ini. Pihaknya mengatakan, teknik terapi bukanlah hal yang baru dari dunia medis. Pasalnya, pada tahun 2003 sudah pernah dicoba dilakukan di beberapa rumah sakit di Indonesia. Terapi ini tidak hanya dapat dilakukan di UTD PMI RSUP Sanglah saja, namun kini RS PTN Unud juga sudah bisa melakukan terapi plasma konvalesen.

 

“Ini merupakan satu sejarah era baru dalam penanganan pasien Covid-19 di Bali. Kelancaran proses ini tentunya atas dukungan dan inisiatif semua pihak. Harapannya dengan terapi plasma konvalesen ini akan menambah jumlah pasien Covid-19 yang sembuh. Dengan memberikan terapi ini tentu akan menambah kekebalan/imunitas tubuh bagi pasien yang Positif Covid-19. Namun, untuk saat ini yang menjadi kendala kita adalah kesulitan mendapatkan pendonornya,” ungkapnya.

 

dr. Suarjaya juga menyatakan, pendonor yang pertama kali mendonorkan darahnya di Bali ini merupakan Dokter residen yang sebelumnya bertugas menangani pasien Covid-19, sampai tertular dan dinyatakan positif covid-19 sehingga harus menjalani perawatan sampai dengan dinyatakan sembuh.

 

"Dokter yang sempat positif Covid-19 kini telah sembuh dan menjadi pendonor pertama untuk terapi plasma konvalesen. Selain itu, imunitas dari pasien yang positif Covid-19 ini akan tertinggi pada waktu dua hingga tiga minggu setelah ia negatif Covid-19. Dengan demikian, diambilah plasma darahnya, karena di dalam plasma darah tersebut terdapat imunoglobulin. Lalu akan diberikan kepada pasien yang positif sehingga imunitasnya akan meningkat dan virusnya akan melemah,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top