“PIK Remaja bukan sekadar peresmian papan nama, melainkan peresmian ruang aman bagi remaja untuk bercerita, belajar, dan tumbuh,” ujarnya.
Ia menegaskan, Kemendukbangga/BKKBN terus memperkuat pembinaan remaja agar tumbuh menjadi generasi yang berencana melalui program Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
Bupati Karangasem diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Karangasem, I Wayan Ardika, menyambut baik pelaksanaan Workshop Kesehatan Mental Remaja dan peresmian PIK Remaja di Sekolah Rakyat.
Ia menilai kehadiran PIK Remaja sangat relevan dengan tantangan remaja di Karangasem, terutama masih tingginya angka pernikahan dini.
Berdasarkan data yang disampaikan dalam sambutan tersebut, ASFR usia 15–19 tahun di Karangasem pada 2025 mencapai 23,4, lebih tinggi dibandingkan Bali sebesar 19,4 dan nasional sebesar 20,6.
Melalui PIK Remaja, pemerintah daerah berharap remaja mendapatkan informasi, edukasi, konseling, dan pendampingan sehingga mampu merencanakan kehidupan secara sehat dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat, I Putu Jaya Negara, S.S., menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat merupakan salah satu program Presiden Republik Indonesia untuk mengentaskan kemiskinan melalui jalur pendidikan bagi masyarakat yang berada pada desil 1 dan 2.
“Sekolah Rakyat Terintegrasi maksudnya terdapat jenjang SD, SMP, dan SMA dan angka 3 merupakan kode lahan yang disiapkan oleh provinsi sehingga seluruh kabupaten/kota dapat bersekolah di sini,” jelasnya.
Jaya menambahkan, Sekolah Rakyat tersebut berdiri sejak Juli 2026 dan saat ini memiliki 300 siswa, terdiri atas 9 siswa jenjang SD, 184 siswa jenjang SMP, dan 107 siswa jenjang SMA.










