DENPASAR-fajarbali.com | Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, bersama Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Veronica Tan, mengunjungi Sekolah Perempuan di Desa Dauh Puri Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali, yang difasilitasi oleh Bali Sruti dan Institut KAPAL Perempuan, melalui Program Kemitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif (INKLUSI).
Kunjungan ini menjadi momentum penting untuk menyoroti komitmen kerja sama antara Pemerintah Australia dan Indonesia dalam memperkuat kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di Indonesia, terutama di tingkat akar rumput dan pelibatan multistakeholder untuk memberikan dukungan.
Duta Besar Brazier dan Wakil Menteri Veronica Tan menyaksikan secara langsung bagaimana pendekatan budaya – seperti musik gamelan Bali dan seni tradisional – digunakan oleh Sekolah Perempuan untuk memperkuat pemberdayaan dan kepemimpinan perempuan.
Mereka juga berdiskusi dengan anggota Sekolah Perempuan dan mengapresiasi upaya yang mereka lakukan melalui Pos Pengaduan, khususnya dalam mencegah kekerasan berbasis gender, mengakhiri praktik perkawinan anak, memperkuat akses terhadap layanan dasar termasuk perlindungan sosial, membangun ekonomi perempuan, serta bertukar wawasan kebijakan mengenai perlindungan anak di era digital.
“Kunjungan ini mencerminkan kemitraan yang kuat antara Australia dan Indonesia dalam memajukan kesetaraan gender dan pembangunan yang inklusif. Kami bangga dapat mendukung program inovatif yang dipimpin oleh komunitas untuk memberdayakan perempuan dan kelompok marginal lainnya, demi memastikan agar tidak ada seorangpun yang tertinggal,” ujar Brazier.










