“Jadi wartawan tidak hanya membutuhkan kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga membutuhkan integritas dan kesadaran menjaga tanggung jawab sosial kepada publik. Harapannya melalui OKK ini para peserta tidak hanya semakin memahami organisasi dan profesi wartawan, tetapi juga semakin menyadari bahwa setiap berita memiliki konsekuensi sosial. Kebebasan harus berjalan bersama etika. Kecepatan harus diimbangi dengan ketelitian,” ungkap Anak Agung Surya Pradipta saat membacakan sambutan Kepala Badan Kesbangpol Bali.
Selama dua hari pelatihan, para peserta dibekali materi komprehensif dari para pakar dan senior pers. Pada hari pertama, Widminarko memaparkan sejarah dan fungsi pers sebagai pilar demokrasi, disusul pendalaman Kode Etik Jurnalistik, Kode Perilaku Wartawan, serta independensi media oleh IGMB Dwikora Putra. Memasuki hari kedua, Emmanuel Dewata Oja membedah aspek regulasi melalui UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, mekanisme penyelesaian sengketa, hingga penerapan hak jawab dan hak tolak secara tepat di lapangan. Rangkaian pembekalan diakhiri oleh Arief Wibisono yang mengupas Standar Kompetensi Wartawan (SKW), teknik penulisan dan peliputan berita, hingga simulasi persiapan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Melalui pembekalan yang sistematis dan berkelanjutan ini, PWI Bali optimistis mampu melahirkan generasi wartawan yang tidak hanya tangkas dalam menyajikan berita cepat, namun juga kokoh memegang etika demi mewujudkan ruang publik yang sehat, berimbang, dan demokratis. (M-001)










