Perkuat Regenerasi dan Integritas Pers, PWI Bali Gelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian

1000730874
Pembukaan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian yang digelar di gedung PWI Bali, Kamis (20/8).

DENPASAR-fajarbali.com | Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali resmi menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) selama dua hari, 20-21 Agustus 2026, di Gedung PWI Bali, Denpasar. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen nyata organisasi dalam menjaga marwah pers, meningkatkan integritas, serta memperkuat profesionalisme wartawan di tengah masifnya arus informasi di media sosial.

Mengusung tema “Membangun Wartawan Profesional, Berintegritas, dan Berkomitmen terhadap Etika Jurnalistik melalui Penguatan Organisasi PWI”, agenda intensif ini diikuti oleh 102 insan pers dari berbagai media massa di wilayah Bali.

Pembukaan acara dilakukan oleh Ketua Tim Penanganan Konflik Sosial Badan Kesbangpol Provinsi Bali, Anak Agung Surya Pradipta, S.STP., M.AP., yang hadir mewakili Kepala Badan Kesbangpol Bali. Ia didampingi langsung oleh Ketua PWI Bali Wayan Dira Arsana serta Ketua Panitia OKK PWI Bali Nyoman Winata. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan pentingnya konsolidasi organisasi di tengah kompleksitas tantangan yang dihadapi insan pers saat ini, mulai dari derasnya disinformasi digital, tekanan sosial-ekonomi, hingga ancaman sengketa hukum dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistik.

Ketua Panitia OKK PWI Bali, Nyoman Winata, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi fondasi penting untuk memperdalam pemahaman anggota maupun calon anggota terhadap nilai-nilai keorganisasian dan kode etik. Pihaknya menegaskan pentingnya mengimbangi kebebasan pers dengan tanggung jawab publik yang nyata agar karya yang dihasilkan tetap berbobot dan terpercaya.

“Karena itu kita perlu meningkatkan profesionalitas wartawan. Harapannya OKK tidak sekadar formalitas, tetapi menjadi niatan untuk menambah wawasan dan membentuk wartawan yang profesional serta berintegritas,” tegas Winata.

Antusiasme tinggi dari ratusan peserta disambut hangat oleh Ketua PWI Bali, Wayan Dira Arsana. Ia menilai keterlibatan aktif para wartawan muda mencerminkan keberhasilan proses regenerasi wartawan di Pulau Dewata. Di tengah persaingan ketat dengan kreator konten dan platform digital, pers media massa dinilai harus tetap unggul melalui verifikasi ketat.

BACA JUGA:  Lagi,  3 Pasien Covid 19 Denpasar Sembuh, Tidak Ada  Penambahan Kasus Positif Baru

“Banyak wartawan muda yang menjadi kader pewarta, meneruskan berita sehat di tengah perkembangan media sosial dan konten kreator. Di tengah tekanan hukum, somasi, tekanan ekonomi, dan sosial, wartawan harus memiliki mentalitas yang tangguh dan kuat,” ujar Dira Arsana.

​Lebih lanjut, Dira Arsana mengungkapkan bahwa penguatan kelembagaan dan kompetensi profesi menjadi fokus utama kepengurusannya untuk lima tahun ke depan. Sesuai adendum PWI Pusat, kelulusan OKK kini menjadi syarat wajib dalam perpanjangan kartu anggota. Hal ini diterapkan guna memastikan seluruh anggota PWI aktif tetap memegang teguh standar profesi. “Ini menjadi momentum PWI untuk bangkit dan mendedikasikan diri bagi kepentingan bangsa,” ucapnya seraya menyampaikan rasa empati dan menggalang solidaritas kemanusiaan bagi para korban bencana gempa bumi di Flores, NTT.

​Apresiasi tinggi turut mengalir dari pemerintah daerah atas inisiatif edukatif yang digagas oleh PWI Bali. Pemerintah Provinsi Bali menilai bahwa kapasitas teknis mengolah berita harus berjalan selaras dengan kesadaran moral terhadap dampak informasi di masyarakat.

“Jadi wartawan tidak hanya membutuhkan kemampuan menyampaikan informasi, tetapi juga membutuhkan integritas dan kesadaran menjaga tanggung jawab sosial kepada publik. Harapannya melalui OKK ini para peserta tidak hanya semakin memahami organisasi dan profesi wartawan, tetapi juga semakin menyadari bahwa setiap berita memiliki konsekuensi sosial. Kebebasan harus berjalan bersama etika. Kecepatan harus diimbangi dengan ketelitian,” ungkap Anak Agung Surya Pradipta saat membacakan sambutan Kepala Badan Kesbangpol Bali.

​Selama dua hari pelatihan, para peserta dibekali materi komprehensif dari para pakar dan senior pers. Pada hari pertama, Widminarko memaparkan sejarah dan fungsi pers sebagai pilar demokrasi, disusul pendalaman Kode Etik Jurnalistik, Kode Perilaku Wartawan, serta independensi media oleh IGMB Dwikora Putra. Memasuki hari kedua, Emmanuel Dewata Oja membedah aspek regulasi melalui UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, mekanisme penyelesaian sengketa, hingga penerapan hak jawab dan hak tolak secara tepat di lapangan. Rangkaian pembekalan diakhiri oleh Arief Wibisono yang mengupas Standar Kompetensi Wartawan (SKW), teknik penulisan dan peliputan berita, hingga simulasi persiapan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

BACA JUGA:  Operasi Cangkok Kornea Kini Sudah Bisa Dilakukan di RSUP Sanglah

Melalui pembekalan yang sistematis dan berkelanjutan ini, PWI Bali optimistis mampu melahirkan generasi wartawan yang tidak hanya tangkas dalam menyajikan berita cepat, namun juga kokoh memegang etika demi mewujudkan ruang publik yang sehat, berimbang, dan demokratis. (M-001)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top