Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, mengatakan POC diperlukan untuk memperoleh bukti teknis dan data lapangan sebelum suatu teknologi dikembangkan dalam skala yang lebih luas.
“Sinergi Komdigi dan PLN menjadi penting karena pembangunan infrastruktur energi dan digital memiliki keterkaitan yang semakin erat. POC ini perlu dimanfaatkan untuk mendapatkan data dan pembelajaran yang komprehensif sehingga kita memiliki dasar yang kuat untuk menentukan langkah pengembangan berikutnya,” ujar Denny.
Bagi masyarakat, pengujian tersebut berlangsung di balik layar. Jika hasil POC menunjukkan performa yang sesuai dengan kebutuhan operasional, teknologi komunikasi tersebut berpotensi mendukung pemantauan kondisi jaringan secara lebih cepat, pengembangan otomasi jaringan, serta pengiriman data dari berbagai titik jaringan menuju pusat pengatur.
Dengan demikian, manfaat yang ingin dicapai bukan sekadar memiliki jaringan komunikasi baru, tetapi mempercepat aliran informasi di dalam sistem kelistrikan. Informasi yang diterima lebih cepat memberikan dukungan bagi petugas untuk memahami kondisi jaringan, menentukan langkah operasional, dan merespons kebutuhan sistem secara lebih tepat.
Melalui POC 450 LTE, PLN UP2D Bali bersama Komdigi menguji kesiapan teknologi sebelum penerapannya dikembangkan lebih luas. Hasil pengujian akan menjadi dasar evaluasi untuk memastikan teknologi yang digunakan benar-benar memberikan nilai tambah bagi sistem kelistrikan.
Karena bagi pelanggan, kecanggihan teknologi bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi tersebut membantu PLN mengetahui kondisi sistem lebih cepat dan memberikan respons yang semakin baik ketika masyarakat membutuhkan layanan listrik. [gde/rel]










