“POC 450 LTE menjadi kesempatan bagi kami untuk menguji secara langsung bagaimana teknologi komunikasi ini dapat mendukung kebutuhan operasional sistem kelistrikan. Kami ingin memastikan teknologi yang nantinya digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan, memiliki jangkauan dan keandalan yang baik, serta mampu mendukung pertukaran data secara cepat dan konsisten,” ujar Petrus.
Menurut Petrus, komunikasi data memiliki peran penting dalam mendukung pengaturan dan pemantauan sistem distribusi listrik.
“Tujuan akhirnya tetap pelayanan kepada masyarakat. Dengan dukungan komunikasi yang semakin andal, sistem kelistrikan dapat dipantau dan dikendalikan dengan lebih efektif. Hal tersebut diharapkan turut mendukung percepatan penanganan gangguan dan menjaga kontinuitas pasokan listrik bagi pelanggan,” tambah Petrus.
Dalam sistem kelistrikan modern, komunikasi tidak hanya berlangsung antarmanusia. Peralatan di lapangan juga perlu terhubung dengan pusat pengatur melalui pertukaran data. Informasi mengenai kondisi jaringan dapat dikirimkan untuk membantu petugas mengetahui kondisi sistem tanpa harus selalu menunggu informasi secara manual dari lapangan.
Karena itu, jaringan komunikasi merupakan salah satu bagian penting dalam digitalisasi sistem tenaga listrik. Melalui POC ini, PLN dapat menguji secara langsung apakah jaringan 450 LTE mampu memberikan kualitas komunikasi yang dibutuhkan dalam kondisi operasional sebenarnya.
Penggunaan frekuensi 450 MHz juga memiliki karakteristik jangkauan yang luas dan kemampuan penetrasi sinyal yang baik. Namun, karakteristik tersebut tetap perlu dibuktikan melalui pengujian di lapangan dengan mempertimbangkan kondisi geografis Bali dan kebutuhan operasional PLN.










