Teknik Meditasi di DHSP Bali terdiri dari 3 tahapan yaitu meditasi tahap dasar (tahap dasar 1 dan 2) , tahap madya (tahap madya 1 dan 2) dan tahap lanjutan.
Meditasi tahap dasar berfokus pada olah pernapasan yang dilanjutkan dengan tehnik pemersihan atman dan jiwatman, berjapa melakukan pemujaan, dan ucapan syukur.
Teknik meditasi dasar berlanjut ke tehnik madya yang melatih atensi, fokus, mempertajam visualisi dan insting, serta penyelarasan energi angkasa dan pertiwi dalam posisi mata terbuka.
Teknik terakhir yakni tehnik lanjutan akan memfokuskan pembangkitan affirmasi kebahagiaan. Teknik meditasi DHSP Bali memiliki beberapa konsep, termasuk keyakinan, pendengaran, komunikasi, visual, objek, alam, dan gagasan.
Meditasi sehari-hari sebagai prana (energi, alam, kehidupan, dan unsur biokimia) terkoneksi dengan titik-titik saraf otak melalui pengendalian sikap, pikiran, dan pengaturan napas serta energi.
Teknik meditasi DHSP Bali memiliki beberapa konsep, termasuk keyakinan, pendengaran, komunikasi, visual, objek, alam, dan gagasan. Meditasi sehari-hari sebagai prana (energi, alam, kehidupan, dan unsur biokimia) terkoneksi dengan titik-titik saraf otak melalui pengendalian sikap, pikiran, dan pengaturan napas serta energi.
Senam yoga ini memberikan manfaat memperbaiki postur tubuh, meningkatkan kekuatan, jangkauan gerak, kelenturan tubuh, mengurangi skala nyeri sakit pinggang, dan menjaga agar otot peserta tetap kuat, sehat, dan aktif selama beraktivitas harian.
Penderita nyeri pinggang pada usia lanjut dengan penurunan fungsi organ dan beragam penyakit kronis lainnya sangat cocok dengan terapi yoga dan meditasi karena minimal efek samping akibat konsumsi obat penghilang nyeri jangka panjang. Yoga juga terbukti memberikan anfaat pada kelompok ibu hamil.










