Penyuluhan Kesehatan dan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin, Upaya Tingkatkan Derajat Kesehatan Perajin Gamelan Desa Tihingan

IMG-20260819-WA0000
Pendampingan K3, Promosi Kesehatan dan Pemeriksaan Hemoglobin dalam Upaya Peningkatan Derajat Kesehatan Perajin Gamelan di Desa Tihingan Kabupaten Klungkung, oleh Tim Dosen Jurusan Teknologi Laboratorium Medis (TLM) Poltekkes Kemenkes Denpasar, Juni-Agustus 2026. [foto: ist/dok]

Ketua Tim Pengabmas Ida Ayu Made Sri Arjani, S.IP., M.Erg., menjelaskan, paparan dari lingkungan yang panas, berdebu dan berasap selama bekerja merupakan suatu keadaan yang sangat berpotensi menimbulkan bahaya bagi kesehatan dan keselamatan kerja. Senyawa karbon yang dihasilkan dari pembakaran besi akan berakibat fatal bagi kesehatan perajin.

Ida Ayu Arjani menambahkan, emisi pencemaran udara dari hasil pembakaran besi untuk dapat menjadi pisau sangatlah berbahaya bagi kesehatan pande besi. “Ketika seseorang terpapar dengan gas karbon monoksida, kemampuan darah untuk mengikat oksigen akan berkurang,” imbuh Ida Ayu Arjani.  

Hal ini disebabkan karena gas karbon monoksida lebih mudah terikat dengan hemoglobin sehingga darah akan mbentuk carboxyhaemoglobin (COHb). Makin banyak COHb yang terbentuk, maka oksigen yang diedarkan ke seluruh tubuh akan berkurang. Akibatnya, tubuh akan mengalami kekurangan oksigen (hipoksia).  

Kontaminasi kadar karbon dalam darah akan menurunkan kadar hemoglobin, semakin tinggi kadar karbon dalam tubuh seseorang, maka semakin berkurang kadar hemoglobinnya. 

Hemoglobin (Hb) adalah suatu metaloprotein yaitu protein yang mengandung zat besi di dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru keseluruh tubuh.  

Anemia, menurutnya, adalah suatu keadaan dimana jumlah sel darah merah atau kadar hemoglobin di dalam darah lebih rendah daripada nilai normal untuk kelompok orang menurut umur dan jenis kelamin. Gejala klinis anemia dapat berupa lesu, lemah, pusing, mata berkunang- kunang, dan wajah pucat. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top