Penilaian Ogoh-Ogoh di Badung Dibagi 7 Zona

Gde-Eka-Sudharwita
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gde Eka Sudarwitha

 

Dikatakan, dalam aspek penilaian, tetap mengacu pada tiga kriteria utama yakni Satyam, Siwam, dan Sundaram. Khusus Sundaram yakni unsur estetika, bobot nilai cukup besar, yakni 5 sampai 50 poin. Pada aspek estetika inilah ditekankan unsur kreativitas, inovasi, dan teknik konstruksi. Namun demikian, panitia menegaskan tidak mendikotomikan antara penilaian aspek detail anatomi dengan aspek motorik. 

 

“Kami tidak mendikotomikan unsur inovasi dan teknik konstruksi, bukan berseberangan. Antara detail anatomi ogoh-ogoh dan pemanfaatan motorik itu bukan untuk dibanding-bandingkan, bukan apple to apple. Kalau bisa keduanya atau menonjol salah satunya pun, nanti juri akan memberi apresiasi,” tegas Sudarwitha.

 

Selain itu, penggunaan bahan ramah lingkungan juga dinilai. Kata dia, penggunaan barang bekas seperti limbah botol plastik sekali pakai juga bisa, dan bahkan pernah masuk nominasi karena dikemas artistik. “Untuk bahan-bahan memanfaatkan bahan alami atau memanfaatkan barang sekali pakai. Kalau bisa barang-barang bekas dimanfaatkan akan mendapatkan poin lebih,” katanya.W-004

 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top