Penilaian Ogoh-ogoh Diawali di Denpasar Timur

DENPASAR-fajarbali.com | Setalah melalui tahap pendaftaran, sebanyak 163 karya ogoh-ogoh dari STT se-Kota Denpasar kini memasuki tahap penilaian.

Tim Penilai yang berjumlah 9 orang ini menyambangi satu persatu Sekehe Teruna yang terdaftar sebagai peserta lomba yang diawali dari Kecamatan Denpasar Timur pada Senin (25/2/2019).

Tim Penilai dipimpin Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Astabrata bersama Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, I Made Wedana dan akan berlangsung secara berturut-turut dari Kecamatan Denpasar Timur, Denpasar Utara, Denpasar Barat dan berakhir di Kecamatan Denpasar Selatan.

Dari keseluruhan peserta yang terdaftar, sebanyak 47 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Timur, 44 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Utara, 37 ogoh-ogoh berasal dari Kecamatan Denpasar Barat dan 35 ogoh-0goh berasal dari Kecamatan Denpasar Selatan dan bersiap untuk mengikuti tahap penjurian.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Astabrata menjelaskan pelaksanaan lomba ogoh-ogoh ini merupakan komitmen Kota Denpasar dalam pelestarian seni dan budaya. Dimana, ogoh-ogoh merupakan elemen penting yang patut dilestarikan, utamanya pakem-pakem ogoh-ogoh itu sendiri yang wajib mengangkat tema bhuta kala. “Ini merupakan komitmen Pemkot Denpasar dalam pelestarian dan pengembangan seni dan budaya di Kota Denpasar,” jelasnya.

Penilaian dilaksanakan oleh dewan juri yang profesional di bidangnya. Namun demikian pihaknya mengajak seluruh sekaa teruna di Kota Denpasar tidak hanya berorientasi pada nominasi semata, melainkan untuk bersama-sama memaknai lomba ini sebagai ajang pelestarian seni budaya. “Mari kita jadikan lomba ogoh-ogoh ini sebagai ajang pelestarian tradisi, seni dan budaya Bali yang adi luhung,” jelas Dewa Juli sembari mengatakan pengumuman 32 nominasi di empat kecamatan akan dilaksanakan pada tanggal 1 Maret mendatang. Nantinya, dari hasil penjurian ini akan dicari nominasi sebanyak 8 besar di masing-masing kecamatan, sehingga keseluruhanya akan berjumlah 32 yang akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 10 juta dipotong pajak.

Dewa Juli juga menekankan bahwa seluruh peserta lomba dan hasil penilaian lomba akan diserahkan ke desa pakraman untuk selanjutnya dilaksanakan pawai di masing-masing desa. Pihaknya juga berharap seluruh elemen yang terlibat saat malam pengerupukan agar tetap menjaga keamanan serta kondusifitas rangkaian Hari Suci Nyepi ini. “Kepada semua pihak termasuk pesa pakraman, babinsa, Babinkamtibmas, Desa/lurah dan STT akan senantiasa mengawasi lingkungan sekitar agar terjaaga kondusifitasnya serta menaati aturan pelarangan penggunaan soundsystem saat pawai ogoh-ogoh,” tegasnya.

Dewan Juri, I Gede Anom Ranuara bersama I Wayan Butuantara menjelaskan, aspek penilaian lomba ogoh-ogoh ini meliputi tema, proposional, kombinasi dengan teknologi, ornamen serta penggunaan warna. Selain itu, dilaksanakannya kegiatan ini guna mensosialisasikan tentang pakem-pakem penting dalam ogoh-ogoh sebagai uperengga dalam rangkaian hari Suci Nyepi. “Kami berharap pemahaman tentang seni budaya yang memiliki pakem seperti ogoh-ogoh ini dapt disosialisasikan sejak dini, sehingga pembuatan ogoh-ogoh dapat sesuai dengan tattwa agama Hindu,” jelasnya.

Sementara, Ketua ST. Eka Dharma Canti, I Putu Oka Mahendra menyambut baik adanya lomba ogoh-ogoh ini. Selain menjadi wahana kompetisi juga dapat menjadi wadah edukasi tentang pemahaman tattwa agama serta membangkitkan kebersamaan dan gotong royong di dalam STT. “Kami sangat menyambut baik kegiatan ini dan semoga dapat dilaksanakan setiap tahunnya untuk mendukung kreativitas STT di Kota Denpasar,” ucapnya. (car)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Bupati Giri Prasta Kucurkan Dana Hibah Rp 5 Miliar di Desa Adat Yangbatu

Sen Feb 25 , 2019
MANGUPURA-fajarbali.com | ‘Badung Angelus Buana’, Badung Berbagi dari Badung untuk Bali, komitmen inilah yang dipegang teguh oleh Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta.
BPD BALI