Pengusaha Pembibitan Lele Merasa Makin Produktif Berkat KUR BRI

IMG-20260731-WA0091
Pengusaha pembibitan lele di Badung, I Nyoman Miasa. ist

Dalam satu siklus produksi, kebutuhan cacing sutra mencapai sekitar Rp88,7 juta, sedangkan biaya pelet sekitar Rp15,3 juta. Di sisi lain, kualitas air juga harus dijaga dengan menggunakan air sumur dan penggantian air kolam secara berkala agar benih tidak mudah terserang penyakit.

Seiring meningkatnya kapasitas produksi dan permintaan pasar, kebutuhan modal usaha pun bertambah. Untuk memperkuat modal kerja, Miasa memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Ia mengawali pembiayaan dengan plafon Rp25 juta, kemudian meningkat menjadi Rp100 juta sejalan dengan perkembangan usahanya. 

Tambahan modal tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan operasional, terutama pembelian pakan, pemeliharaan kolam, dan menjaga kelancaran produksi agar mampu memenuhi permintaan bibit dari para pembudidaya di berbagai daerah.

"Kebutuhan modal di usaha pembibitan memang cukup besar, terutama untuk pakan karena itu yang paling banyak menyerap biaya. Dengan adanya KUR BRI, saya lebih terbantu untuk menambah modal kerja sehingga produksi bisa terus berjalan dan permintaan pelanggan tetap bisa kami penuhi. Dari awal pinjam Rp25 juta sampai sekarang plafonnya meningkat menjadi Rp100 juta karena usaha juga terus berkembang," ungkapnya.

Ia berharap usahanya dapat terus berkembang sehingga mampu meningkatkan produksi dan memperluas jangkauan pemasaran bibit lele ke lebih banyak daerah di Bali.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, akses pembiayaan dapat menjadi pendorong bagi UMKM produktif untuk meningkatkan kapasitas usaha.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top