Pengusaha Pembibitan Lele Merasa Makin Produktif Berkat KUR BRI

IMG-20260731-WA0091
Pengusaha pembibitan lele di Badung, I Nyoman Miasa. ist

MANGUPURA-fajarbali.com | I Nyoman Miasa, pelaku usaha pembibitan lele asal Banjar Panglan Kelod, Desa Kapal, Badung, mengaku mengalami lonjakan produktivitas berkat bantuan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. 

Ini membuktikan bahwa, akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan skala usaha. 

Miasa menceritakan awal merintis usaha pembibitan lele sejak 2017. Berawal dari modal pribadi sekitar Rp17 juta, Miasa memulai usaha dengan membangun kolam terpal untuk membudidayakan lele jenis Sangkuriang. Ia memilih fokus pada usaha pembibitan karena masa produksinya lebih singkat dibanding pembesaran, sementara permintaan bibit dari para pembudidaya cukup stabil.

Pada awal merintis usaha, pemasaran bibit lele masih terbatas di wilayah sekitar. Namun, seiring meningkatnya kualitas produksi dan bertambahnya pelanggan, jangkauan pemasarannya terus meluas. Kini bibit lele hasil budidayanya telah dipasarkan ke berbagai daerah di Bali, seperti Gianyar, Klungkung, Tabanan hingga Singaraja.

Saat ini, dalam satu siklus produksi, Miasa mampu menghasilkan sekitar 360 ribu ekor bibit lele. Bibit dipasarkan saat berukuran 4 hingga 9 sentimeter kepada para pembudidaya untuk dibesarkan hingga siap konsumsi.

Menurut Miasa, usaha pembibitan membutuhkan modal kerja yang cukup besar. Selain membangun kolam, biaya operasional terbesar berasal dari pakan. Pada fase awal, benih yang baru menetas harus diberi pakan cacing sutra selama sekitar 15–20 hari sebelum beralih menggunakan pelet. 

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top