Penglipuran Sambut Nataru 2026, Dari Pariwisata Berkelanjutan Menuju Regeneratif Lewat Pesona Bambu dan Budaya

u7-2025-12-07-at-13.58.36
Generasi muda Penglipuran pentaskan 'Tetantria Macan Gading', ruang ekspresi kreatif sambut pergantian tahun.

BANGLI-fajarbali.com | Desa Wisata Penglipuran, destinasi berkelas dunia yang dikenal karena keaslian adat dan keindahan arsitektur tradisionalnya, siap menyambut perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan konsep yang lebih mendalam. Alih-alih hanya menyajikan hiburan, seluruh rangkaian acara dirancang untuk menguatkan komitmen desa terhadap pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, dan peran masyarakat sebagai jantung pariwisata.

General Manager Desa Wisata Penglipuran, I Wayan Sumiarsa, menekankan bahwa momen akhir tahun ini adalah kesempatan untuk memperkuat pesan pariwisata yang lebih bermakna. "Tahun ini kami tidak hanya menambah atraksi, tetapi juga memperkuat pesan bahwa setiap kunjungan ke Penglipuran ikut berkontribusi pada pelestarian alam, budaya, dan kesejahteraan warga," ujar Sumiarsa, memastikan wisatawan akan menikmati liburan dalam suasana yang aman dan kental nuansa budaya Bali.

Dalam sebuah langkah progresif, Penglipuran kini mentransformasi model pengelolaannya dari sekadar pariwisata berkelanjutan (sustainable) menjadi pariwisata regeneratif. Konsep ini berarti pariwisata tidak hanya meminimalkan dampak negatif, tetapi secara aktif memperbaiki kualitas lingkungan, sosial, dan budaya desa. Landasan keberhasilan ini bertumpu pada community-based tourism, dengan desa adat dan masyarakat lokal sebagai pemegang keputusan utama, memastikan manfaat ekonomi dan sosial terdistribusi secara merata.

Rangkaian kegiatan akhir tahun secara khusus menonjolkan kekayaan budaya dan peran generasi muda. Puncak perayaan akan dibuka dengan Parade Budaya Barong Macan pada 27 Desember 2025. Setidaknya 15 Barong Macan akan berparade, diiringi gamelan dan penabuh muda dari komunitas lokal, Yowana Putra Yudha Penglipuran. Parade ini menjadi ruang regenerasi seni, memastikan kesenian tradisional tetap hidup di tangan generasi penerus.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top