Pengendalian PTM di Tibubeneng Berdayakan STT 

IMG-20260706-WA0001
Sekaa Teruna Teruni (STT) dari seluruh banjar di Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, dilatih cara senam kaki untuk mengendalikan gula darah, Sabtu (4/7).

Pada kesempatan ini, STT diberikan pendidikan kesehatan komprehensif, praktik terapi komplementer, pendampingan keluarga PTM di rumah, serta screening kesehatan atau deteksi dini terhadap seluruh keluarga PTM.

Kearifan lokal Bali melalui Kelompok Agregat Remaja (STT), merupakan potensi besar yang bisa dimanfaatkan dalam pengelolaan penyakit tidak menular di Bali, sehingga perlu penataan terintegrasi dan komprehensif.

“STT bisa kita ajak bekerja sama untuk penanggulangan penyakit tidak menular di masing-masing keluarga. Karena, remaja inilah yang akan memberi pendampingan dan perawatan terhadap keluarganya di rumah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tibubeneng, I Made Kamajaya, SE., mengungkapkan, kegiatan rutin ini sebagai bentuk kerja sama antara Poltekkes Kemenkes Denpasar bersama Desa Tibubeneng yang sudah berjalan selama enam tahun. Seiring dengan perkembangan desa yang jumlah penduduknya semakin padat, sehingga memerlukan perhatian kesehatan secara intens.

“Maka dari itu, kami melakukan kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Denpasar dalam rangka memberikan pelayananan kesehatan kepada masyarakat kami di Tibubeneng. Sehingga, kami berharap seluruh masyarakat mendapatkan layanan kesehatan sesuai standarnya,” harapnya.

Desa Tibubeneng, kata Kamajaya, merupakan salah satu desa di Kecamatan Kuta Utara yang saat ini perkembangan pariwisatanya sangat pesat. Sebagian besar masyarakatnya berkecimpung di sektor pariwisata. Dengan jumlah penduduk sebanyak 12.000 jiwa lebih, ditambah wisatawan yang datang dari seluruh dunia, sehingga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat setempat.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top