Dikatakan, penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi harus dipantau dan dikontrol secara berkesinambungan. Adapun beberapa cara untuk mencegah hipertensi, yaitu mengecek kesehatan secara rutin, hindari asap rokok, serta melakukan aktivitas fisik.
“Jika PTM ini dibiarkan, maka akan menjadi masalah kesehatan ke depannya. Tentunya, kita harus dukung dengan pelayanan kesehatan yang memadai, terintegrasi, dan melakukan skrining kepada masyarakat,” ungkapnya. Untuk jumlah lansia di Tibubeneng mencapai 400 orang tersebar di 13 banjar.
Kasi Pelayanan di Desa Tibubeneng, Ni Luh Sariniti menyampaikan, pembinaan terkait penyakit tidak menular tentu sangat bermanfaat bagi para kader lansia. Kegiatan ini, semakin menambah wawasan para kader dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya lansia di desa Tibubeneng.
Kasi Pemerintahan Desa Tibubeneng: I Ketut Sudenia, mewakili Perbekel Made Kamajaya, mengapresiasi PKM Poltekkes Kemenkes Denpasar yang dilakukan berkesinambungan.
Menurut Sudenia, dampak kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Terlebih di Desa Tibubeneng yang menunjukkan perkembangan pariwisata sangat pesat.
Perubahan kultur masyarakat dari agraris ke pariwisata berpotensi merubah pola hidup. Masyarakat menjadi lebih sibuk dan kurang bergerak, sehingga ancaman PTM pun menghantui masyarakatnya.
"Kegiatan pengabdian ini sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh warga kami. Tentu harapan kita bersama yakni mewujudkan pariwisata berkualitas diimbangi kualitas kesehatan warga," pungkasnya.










