Pengendalian Hipertensi di Desa Tibubeneng Berlanjut, Poltekkes Kemenkes Denpasar Berdayakan Kader Posyandu Lansia

IMG-20260517-WA0013
Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Denpasar kembali meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Pengabdian kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PKM), pada Sabtu (16/5/2026), di Kantor Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.

MANGUPURA-fajarbali.com | Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Denpasar kembali meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui Pengabdian kepada Masyarakat Program Kemitraan Masyarakat (PKM), pada Sabtu (16/5/2026), di Kantor Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung.

Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Peran Kader Lansia dalam Pengenalan dan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (Hipertensi) pada Masyarakat di Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung”. Kegiatan ini bekerjasama dengan UPTD Puskesmas Kuta Utara, dan melibatkan mahasiswa jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Denpasar.

Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat Poltekkes Kemenkes Denpasar, I Ketut Gama, SKM., M.Kes., mengatakan, kegiatan ini menyasar seluruh kader lansia di desa Tibubeneng yang berjumlah 65 orang. Menurutnya, kasus hipertensi di Kabupaten Badung masih cukup tinggi, mengingat masyarakat belum menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) secara optimal.

“Setelah pelatihan ini, kami harapkan para kader bisa mempelajari tentang bagaimana cara mendeteksi kasus-kasus hipertensi yang ada di posyandu lansia tingkat banjar,” kata Ketut Gama di sela-sela acara.

Ketut Gama menjelaskan, kegiatan serupa menyangkut pengendalian dan pencegahan penyakit tidak menular atau PTM telah dilakukan di Desa Tibubeneng karena ada kerja sama antara institusi Poltekkes Kemenkes Denpasar dengan Pemerintah Desa Tibubeneng.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Kuta Utara, dr. I Putu Milantika, MPH., mengungkapkan, bahwa gaya hidup dan tingkat stres masyarakat sangat mempengaruhi tingginya prevalensi kasus hipertensi di Kecamatan Kuta Utara. Oleh karena itu, perlu komitmen bersama dengan menggandeng kader kesehatan dan lintas sektor lainnya, untuk mengatasi kasus hipertensi.

Dikatakan, penyakit tidak menular (PTM) seperti hipertensi harus dipantau dan dikontrol secara berkesinambungan. Adapun beberapa cara untuk mencegah hipertensi, yaitu mengecek kesehatan secara rutin, hindari asap rokok, serta melakukan aktivitas fisik.

BACA JUGA:  Peringati HUT Ke-63, RSUP Prof Ngoerah Gelar Donor Darah dan Terapi Prana

“Jika PTM ini dibiarkan, maka akan menjadi masalah kesehatan ke depannya. Tentunya, kita harus dukung dengan pelayanan kesehatan yang memadai, terintegrasi, dan melakukan skrining kepada masyarakat,” ungkapnya. Untuk jumlah lansia di Tibubeneng mencapai 400 orang tersebar di 13 banjar.

Kasi Pelayanan di Desa Tibubeneng, Ni Luh Sariniti menyampaikan, pembinaan terkait penyakit tidak menular tentu sangat bermanfaat bagi para kader lansia. Kegiatan ini, semakin menambah wawasan para kader dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat khususnya lansia di desa Tibubeneng.

Kasi Pemerintahan Desa Tibubeneng: I Ketut Sudenia, mewakili Perbekel Made Kamajaya, mengapresiasi PKM Poltekkes Kemenkes Denpasar yang dilakukan berkesinambungan.

Menurut Sudenia, dampak kolaborasi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Terlebih di Desa Tibubeneng yang menunjukkan perkembangan pariwisata sangat pesat.

Perubahan kultur masyarakat dari agraris ke pariwisata berpotensi merubah pola hidup. Masyarakat menjadi lebih sibuk dan kurang bergerak, sehingga ancaman PTM pun menghantui masyarakatnya.

"Kegiatan pengabdian ini sudah dirasakan langsung manfaatnya oleh warga kami. Tentu harapan kita bersama yakni mewujudkan pariwisata berkualitas diimbangi kualitas kesehatan warga," pungkasnya.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top