Penetapan Sekda Difinitif Gianyar Ditunda Sampai Ada Bupati Terpilih

GIANYAR-fajarbali.com | Terciumnya pelaksanaan tes kompetensi jabatan tinggi pratama calon Sekda Gianyar yang tidak fair, disayangkan oleh  tokoh masyarakat Gianyar, Pande Ketut Suralaga. Dirinya menyebutkan kalau tes kompetensi tersebut tidak fair yang dilakukan oleh salah satu kandidat, sehingga dinilai proses tes kompetensi oleh tim Pansel dinilai cacat.



“Kalau informasi yang saya dengar, berarti proses seleksi yang telah dilakukan ada cacatnya,” terang Pande Ketut Suralaga, Rabu (17/1/2018). Pande Suralaga berharap Bupati Gianyar agar bisa menunda penetapan dan melakukan pelantikan terhadap Sekda difinitif. Menurutnya, penetapan Sekda secara difinitif menyebabkan proses tersebut terkontaminasi oleh politik yang secara tidak langsung akan merugikan kedua pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada Gianyar pada Juni 2018 mendatang.

“Untuk menjamin keselarasan kepemimpinan dan birokrasi, sebaiknya penetapan Sekda menunggu bupati terpilih,” terang Pande Suralaga.

Di sisi lain, Pande Suralaga menilai disharmonisasi antara bupati dengan sekda sebelumnya bisa dijadikan cerminan, sehingga kedepannya tidak terulang kondisi serupa.“Saya kira ini bisa sensitif, mengingat penetapannya di saat masa politik Pilkada, apalagi saat ini tensi politik sudah semakin naik,” terangnya.

Dijelaskan pula, jabatan Sekda adalah jabatan yang sangat vital dalam pemerintahan dan top leader dalam menjalankan roda pemerintahan. “Jabatan Sekda ini diibaratkan jabatan politik, namun sesungguhnya mengemban tugas birokrasi yang sangat berat. Sebaiknya, pelantikan dilakukan oleh bupati terpilih nanti,” harapnya.

Pande Suralaga juga berharap, kedepannya tidak ada lagi disharmonisasi antara pemimpin Gianyar dengan Sekda, apalagi menurutnya Bupati Gianyar sendiri mengakhiri masa jabatan pada 21 Februari mendatang. “Hanya momentumnya belum tepat, saat ini saya kira sangat sensitif apalagi ada isu miring saat pelaksanaan tes kompetensi,” tambahnya.

Ketua Komisi II DPRD Gianyar, Ida Bagus Nyoman Rai juga menyebutkan hal yang sama. Dikatakannya, bila benar Bupati Gianyar masih menerima masukan dari berbagai pihak terkait penetapan Sekda difinitif, maka hal itu sangat diapresiasi.

“Hanya saya berharap penetapannya bisa dilakukan oleh bupati terpilih nanti, mengingat sekda sendiri bertugas membantu bupati dalam tugas administrasi,” terang IB Nyoman Rai. Bila dipaksakan, maka akan merugikan pasangan calon yang akan berlaga di Pilkada.

Di sisi lain, proses pengisian calon sekda mestinya berjalan dengan baik dan fair play. “Tahapan seleksi sudah hampir ending, namun dari masukan yang kami dengar masih ada cacatnya, sehingga saya kira ini mencederai proses itu sendiri,” bebernya.

Menurutnya, klarifikasi dari tim Pansel sangat diharapkan terkait proses yang berlangsung. “Sesuatu yang baik saya kira melalui proses yang baik, sehingga kedepannya bisa melangkah dengan baik,“ tutup IB Nyoman Rai. (sar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Rekontruksi Pembunuhan Purnawirawan Polisi Ricuh

Rab Jan 17 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Rekonstruksi pembunuhan Aiptu (purn) I Made Suanda di rumah kontrakan Jalan Nuansa Kori Utama nomor 30, Ubung Kaja, Denpasar, Rabu (17/1/2018) berlangsung ricuh. Pasalnya, keluarga korban sempat emosi melihat tersangka Astika dan berusaha menghajarnya.
BPD BALI