Penataan Pusat Kota tak Sekadar Memperindah, Usia Paving di Atas 10 Tahun dan Drainase Terdampak Banjir Jadi Pertimbangan

1000526544
Suasana penataan/pemasangan paving di kawasan Jalan Gajah Mada, Denpasar.

Saluran yang perlu dinormalisasi ditangani, sementara kawasan di atasnya ditata agar tampilan pusat kota menjadi lebih rapi.

Jaya Negara juga menjelaskan, program beautifikasi tersebut sebelumnya telah dilakukan di kawasan Sanur.

Penataan Sanur dilakukan karena kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata di Kota Denpasar. Pembenahan kawasan Sanur turut mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Denpasar. Setelah penataan ini PAD mengalami peningkatan hingga Rp162 miliar. "Nah, dengan dirapikannya Sanur, astungkara kemarin di APBD Perubahan PAD kita meningkat lagi Rp162 miliar. Itu hasil nyata," tandas Jaya Negara.

Jaya Negara pun melihat, peningkatan PAD tersebut turut memberikan ruang bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran bagi penataan wajah kota. "Dengan peningkatan pendapatan lagi Rp162 miliar, ya 30 persen kita pakai untuk penataan wajah kota," terangnya.

Penataan kawasan tersebut juga dikaitkan dengan rencana pengembangan city tour Denpasar yang hingga kini belum sepenuhnya terwujud.

Penataan tidak dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap dan berdasarkan kajian.

Ditambahkan, pekerjaan penataan, termasuk penggantian bagian yang sudah mengalami penurunan kualitas, harus tetap mengacu pada kajian dan arah pembangunan daerah. "Kenapa itu ditambal, itu kan namanya mempercantik kan harus dilakukan berdasarkan kajian juga, sesuai dengan RPJMD kita," pungkas Jaya Negara. (Car)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top