DENPASAR-fajarbali.com | Penataan pusat Kota Denpasar terutama kawasan Jalan Gajah Mada hingga Hasanuddin, tidak semata-mata hanya ditujukan untuk mempercantik maupun memperindah wajah kawasan pusat kota. Selain melakukan penataan wajah kota, Pemerintah Kota Denpasar juga melakukan pembenahan infrastruktur karena sejumlah bagian fasilitas yang ada telah mengalami penurunan kualitas dan kerusakan.
Wali Kota Denpasar, IGN Jaya Negara, ketukan dikonfirmasi terkait penataan wajah kota ini mengatakan, penataan kawasan tersebut merupakan bagian dari upaya mempercantik wajah Kota Denpasar secara bertahap. Pembenahan ini juga berkaitan dengan kondisi infrastruktur yang telah digunakan dalam waktu cukup lama.
Keberadaan paving di Jalan Gajah Mada yang usianya telah lebih dari 10 tahun dinilai sudah semestinya mendapat penggantian. "Karena sudah di atas 10 tahun sudah seharusnya diganti, karena beberapa bagian sudah ada yang mengalami kerusakan. Di atas 5 tahun kualitasnya sudah menurun sehingga perlu penggantian," ujar Jaya Negara, Selasa (29/9/ 2026).
Selain faktor usia dan kondisi material, penataan Gajah Mada-Hasanuddin juga berkaitan dengan persoalan drainase.
Jaya Negara mengatakan saluran di sepanjang kawasan tersebut sempat mengalami masalah ketika terjadi banjir tahun 2025 lalu. "Di samping saat banjir kemarin itu kan got-got sepanjang Gajah Mada-Hasanuddin itu kan sudah penuh. Itu kan harus dinormalisasi. Karena itu, Pemkot Denpasar memilih melakukan pembenahan secara bersamaan," ucap Jaya Negara.










