Pelepasan Kelas IX SMP Dwijendra Bertabur Prestasi

Dwijendra

Lebih lanjut, Budayasa menyinggung proses perpindahan siswa yang terjadi dari tahun ke tahun. Misalnya angkatan 2020/2021 tersebut yang awalnya berjumlah 301 orang. Namun di semester II kelas VII mulai ada migrasi perpindahan khususnya ke sekolah negeri.

"Namun kami juga menerima beberapa siswa pindahan dari sekolah lain di kelas VIII," katanya. Budayasa berharap, tahun ini dan seterusnya tidak terjadi migrasi peserta didik karena persekolahan swasta juga berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Dwijendra Dr. Ketut Wirawan, SH., M. Hum., menilai, unit-unit pendidikan di bawah badan hukum penyelenggara yang dipimpinnya itu mampu menunjukkan konsistensi.

Dr. Ketut Wirawan, SH., M.Hum.

Misalnya untuk SMP, per hari ini sudah menerima 140 calon peserta didik. Jumlah ini diprediksi terus merangkak sebelum proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2023/2024 ditutup. Biasanya, 90 persen dari pendaftar awal akan registrasi ulang. SMP Dwijendra menyediakan kuota 320 kursi.

Ke depan, Wirawan yang sejak awal kepemimpinannya ingin mengembalikan Dwijendra sebagai milik masyarakat, bakal menargetkan peningkatan kualitas, bukan pada kuantitas.

"Perlahan kita akan lakukan itu. Yang jelas fasilitas kita lengkapi dulu. Pendidik juga kita tingkatkan kompetensinya agar kita benar-benar menjadi pilihan utama masyarakat mulai TK hingga perguruan tinggi," pungkas Wirawan. (Gde)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top