Sementara itu, Kepala Pusdatin Kemendukbangga/BKKBN, Rezky Murwanto, S.Kom., MPH, menyambut baik berbagai masukan konstruktif yang disampaikan jajaran daerah.
Ia menegaskan komitmen Pusdatin untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan infrastruktur teknologi informasi guna meningkatkan keandalan aplikasi serta mendukung kelancaran operasional petugas di lapangan.
Dalam sesi diskusi, jajaran Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Bali menyampaikan sejumlah kendala operasional yang masih dihadapi, di antaranya ketergantungan proses pelaporan pada pendampingan PKB/PLKB, kendala pencatatan identitas peserta KB yang belum membawa atau melengkapi dokumen kependudukan, serta gangguan teknis aplikasi SIGA yang kerap mengalami error dan lambat saat diakses.
Selain itu, turut disampaikan usulan penyediaan notifikasi resmi saat pemeliharaan sistem, kejelasan mekanisme layanan helpdesk, serta petunjuk teknis pencatatan data identitas peserta KB yang seragam bagi petugas di daerah.
Melalui kegiatan uji coba ini, berbagai masukan dari Provinsi Bali akan menjadi bahan evaluasi bagi Pusdatin dalam menyempurnakan fitur Dashboard SIRIKA dan meningkatkan stabilitas sistem secara menyeluruh.
Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu menghadirkan sistem informasi yang lebih andal, responsif, dan mudah digunakan, sehingga pemantauan stok serta distribusi alokon dapat berjalan lebih efektif.
Pada akhirnya, penguatan tata kelola rantai pasok alokon ini diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas pelayanan keluarga berencana dan keberhasilan Program Bangga Kencana. (rel/gde)










