Bangun Keluarga Berkualitas: Kemendukbangga/ BKKBN perwakilan BKKBN Provinsi Bali Pererat Kerja Sama dengan Kemenag Provinsi Bali

IMG-20260527-WA0003
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS melaksanakan audiensi dengan Kementerian Agama Provinsi Bali di Kantor Kemenag Provinsi Bali, Selasa (26/5/2026).

DENPASAR-fajarbali.com | Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Dr. dr. Ni Luh Gede Sukardiasih, M.For., MARS melaksanakan audiensi dengan Kementerian Agama Provinsi Bali di Kantor Kemenag Provinsi Bali, Selasa (26/5/2026).

Audiensi tersebut diterima langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bali Dr. I Gusti Made Sunartha,S.Ag.,M.Si dan membahas penguatan sinergi pelaksanaan Program Bangga Kencana, percepatan penurunan stunting, serta pembangunan keluarga berkualitas melalui kolaborasi lintas sektor.

Menurut Luh Gede Sukardiasih, transformasi Program Bangga Kencana saat ini tidak lagi hanya berbicara mengenai jumlah anak, tetapi bagaimana setiap anak benar-benar direncanakan dan dipersiapkan agar lahir dalam keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.

"Karena itu kami berharap sinergi dengan Kementerian Agama Provinsi Bali dapat semakin diperkuat, terutama dalam pembinaan calon pengantin, penguatan peran ayah, hingga pemberdayaan lansia,” ujar Sukardiasih.

Dari pihak Kementerian Agama Provinsi Bali disampaikan apresiasi atas berbagai informasi dan program pembangunan keluarga yang dipaparkan dalam audiensi tersebut.

Sinergi antara Kemenag dan BKKBN dinilai penting untuk mendukung pembangunan manusia di Bali, terlebih telah terdapat nota kesepahaman di tingkat pusat yang dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama teknis di daerah.

Dalam audiensi tersebut, BKKBN Provinsi Bali memaparkan sejumlah program prioritas, di antaranya ELSIMIL sebagai pendampingan kesehatan calon pengantin, Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), Satyagatra, serta SIDAYA atau program pemberdayaan lansia.

Selain itu, turut dibahas penguatan edukasi pranikah melalui KUA, pengembangan Sekolah Lansia, hingga peluang keterlibatan tokoh agama dalam mendukung pembangunan keluarga dan pencegahan stunting.

Audiensi juga menghasilkan sejumlah poin pembahasan strategis, di antaranya rencana sosialisasi aplikasi ELSIMIL kepada calon pengantin melalui KUA, penguatan komunitas GATI berbasis keagamaan, serta peluang penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua instansi.

BACA JUGA:  Pemprov Bedah Rumah Warga Kurang Mampu di Karangasem dan Buleleng

Kemenag Provinsi Bali juga mendorong penguatan bimbingan pranikah sebagai bagian penting dalam membangun keluarga berkualitas dan mencegah berbagai persoalan keluarga di masa mendatang.

Melalui audiensi ini, BKKBN Provinsi Bali dan Kementerian Agama Provinsi Bali sepakat memperkuat kolaborasi dalam mendukung pembangunan keluarga berkualitas, percepatan penurunan stunting, serta peningkatan ketahanan keluarga di Bali melalui pendekatan edukasi, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. (rel)

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top