Harga Beras Naik, Jembrana Adakan Operasi Pasar

NEGARA – fajarbali.com | Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) mengadakan operasi pasar di halaman Peken Ijogading Jembrana, Senin (5/2/2018). Hal tersebut dilakukan untuk menstabilkan harga beras yang belakangan ini mengalami kenaikan dan dikeluhkan masyarakat.



Sebanyak satu ton beras kelas medium dari Badan Urusan Logistik (Bulog) disiapkan dalam operasi pasar tersebut. Beras dijual dengan harga Rp 9.350 perkilogram.

Bupati Jembrana Putu Artha mengatakan untuk menstabilkan harga beras di pasar, maka perlu dilakukan operasi pasar murah.

“Operasi pasar ini akan terus kita lakukan sampai panen raya berikutnya, sebagai antisipasi jika melambungnya harga beras ini memang karena ulah pedagang atau spekulan, jadi percuma berspekulasi dengan nyetok beras, kasian masyarakat,” ujar Artha. Operasi pasar murah dilakukan agar para spekulan berpikir, tidak menyetok beras dalam jumlah banyak.



Artha langsung turun mengecek operasi pasar murah dan melihat semua yang membeli adalah masyarakat murni. Stok satu ton beras pada operasi pasar tersebut hanya dijual kepada masyarakat, dan setiap orang dibatasi membeli maksimal 20 kg (4 plastik isian 5 kg).

Hal itu dilakukan agar dapat dirasakan oleh masyarakat, disamping untuk menghindari pembelian perorangan untuk dijual kembali.




“Kita sengaja melibatkan kepolisian, kejaksaan serta TNI sebagai upaya pengamanan agar tidak ada pihak-pihak yang malah memanfaatkan operasi pasar ini demi keuntungan pribadi,” terang Artha.

Tidak hanya menjual beras medium, di stan tersebut juga dijual minyak goreng seharga Rp. 12.500,- per liter serta gula pasir seharga Rp. 12.500,- per kilogramnya. Sementara pada operasi pasar murah kemarin juga dihadiri Forum Kepimpinan Daerah ( Forkopinda). (prm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pastika Minta PVMBG Evaluasi Kembali Radius Aman Erupsi Gunung Agung

Sen Feb 5 , 2018
DENPASAR-fajarbali.com | Mencermati perkembangan aktivitas Gunung Agung yang belakangan cenderung menurun, Gubernur Bali Made Mangku Pastika meminta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengevaluasi kembali batas aman untuk beraktifitas yang sebelumnya ditetapkan pada jarak 6 km.