NasDem Ngotot Rai Mantra Cagub, Sudikerta Diharapkan Legowo

Untuk mencapai tujuan yang lebih besar dalam realitas politik, diperlukan adanya kompromi. Dalam situasi menghadapi Pilgub Bali mendatang, tampaknya fenomena seperti itu terjadi dalam lingkaran koalisi sejumlah partai dalam menyiapkan jagonya pada Pilgub Bali mendatang.

DENPASAR-fajarbali.com |Salah seorang politisi Partai NasDem, AA. Ngurah Gde Widiada menyebut Politik selalu bermuara pada kompromi mengingat dalam realitas politik  selalu ada tujuan pencapaian yang lebih besar.

“Dalam langkah menyejarah sebagai kader partai NasDem, saya bertemu kembali dengan kawan lama di partai yang pernah saya besarkan dan sekaligus partai yang membesarkan saya telah memberikan pengalaman dalam jalan berpolitik Praktis. Tapi kali ini saya ketemu dengan kawan lama saya Bapak Ketut Sudikerta yang sempat menyapa saya wah ini mantan kader Golkar,” ungkap Widiada.

Ia pun tersenyum mendengar celetukan Sudikerta dalam acara pelantikan komisi saksi dan TOT Partai NasDem beberapa waktu lalu di Hotel Niki, Denpasar.
“Kami sempat berangkulan dan bersalaman sambil tertawa. Pertemuan ini  terjadi di dalam proses saya (kami) menunggu keputusan Partai NasDem yang dibangun dengan Koalisi Rakyat Bali (KRB),” terang Widiada.

Sebagai kader partai yang ada dalam kolisi, panglingsir Puri Peguyangan ini mengaku tetap tunduk apapun perintah Partai NasDem dalam komunikasi yang sedang terjadi untuk menentukan paket calon Gubernur dan wakil Gubernur Bali pada  pilkada 2018 yang akan datang dengan catatan Rai Mantra tetap menjadi calon Gubernurnya.

Widiada pun menyinggung terkait terjadinya tarik ulur dengan berbagai argumentasi, jangan sampai kehilangan momentum menjadi tidak jelas. Dalam situasi yang memang sangat kental nuansa politik ini bisa ditafsir dengn seribu argumentasi.

Akan tetapi suasana kebatinan dan militansi supporter bisa kendor kalau terlalu lama basa-basi. “Sebagai kawan saya sarankan Pak Sudikerta legawa saja di posisi wakil gubernur walau saya tahu ini berat secara politik,” saran Widiada.

Pihaknya sadar Sudikerta saat ini sebagai ketua Partai besar (Ketua DPD Partai Golkar Bali). Sangat beda dengan IB. Rai Mantra, yang merupakan tokoh masyarakat yang memiliki capital sosial yang teruji karena dua kali menjabat walikota.  Walaupun Sudikerta juga memiliki pengalaman yang sama jadi wakil Gubernur dan wakil Bupati Badung.

“Inilah Trust publik yang mesti dipahami oleh setiap pemimpin. Terlebih sebagai Pemimpin Partai Politik. Ini tantangan demokrasi kita dalam memperkokoh kepercayaan masyarakat terhadap Partai Politik kedepan,” pungkas satu-satunya kader NasDem yang duduk di DPRD Kota Denpasar. (car)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lava di Kawah Gunung Agung Telah Terisi 20 Ribu Kubik

Sen Des 18 , 2017
Sejak Gunung Agung mengalami erupsi, aktivitas lava memenuhi kawah gunung agung telah terisi sepertiganya. Artinya, dengan daya tampung lava 60 juta meter kubik, saat ini telah terisi 20 juta meter kubik. Selain itu, juga telah terjadi penurunan gas sulfur dioksida (SO2) yang keluar. Hal itu dikarenakan laju volume mengecil namun […]