Fransiska menambahkan, nilai humanis festival ini tercermin kuat dari kehangatan tim pendukung dan relawan yang menggerakkan operasional harian MFW12. Ia menggarisbawahi pentingnya rasa saling percaya dalam proses kerja tim. "Sifat film pendek yang sangat personal dan intim itu hanya bisa dihadirkan jika orang-orang yang mengerjakannya juga bekerja dengan rasa saling percaya. Kerja tim inilah yang menjadikan MFW12 bukan sekadar ajang selebrasi film, tetapi sebuah ruang perjumpaan yang humanis," tuturnya.
Pendekatan egaliter dan keterlibatan komunitas akar rumput tetap menjadi jiwa utama penyelenggaraan Minikino sejak awal berdiri. Traveling Cinema Director sekaligus Ketua Yayasan Kino Media, I Made Suarbawa, menyampaikan pesan penutup terkait akar sejarah festival ini. "Dengan pop-up cinema yang bergerak ke desa-desa di seluruh Bali selama bertahun-tahun, kami percaya pada kekuatan film pendek untuk memperkuat rasa kebersamaan di dalam komunitas dan masyarakat luas. Minikino sejak awal digerakkan oleh sukarelawan (Volunteer). Rasa antusias pada film pendek dan gairah berjejaring inilah yang menjadi nafas MFW sehingga terasa akrab dan egaliter,” ucapnya. (M-001)










