Menuju Perguruan Tinggi Unggul, UPMI Bali Kukuhkan Guru Besar Baru

IMG-20260108-WA0001
Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. Made Suarta, SH., M.Hum., (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P.,M.Si.

DENPASAR-fajarbali.com | Sebagai upaya menjadi perguruan tinggi (PT) unggul, Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) Bali menggenjot berbagai capaian penting di bidang akademik. Salah satunya menambah jumlah dosen berkualifikasi profesor atau guru besar.

Pada Rabu (9/1/2026) Rektor UPMI Bali Prof. Dr. Drs. I Made Suarta, S.H.,M.Hum., melantik dan mengukuhkan Prof. Dr. Drs. I Wayan Suanda, S.P.,M.Si., sebagai Guru Besar Tetap bidang Mikrobiologi, bertempat di Auditorium Redha Gunawan.

Menariknya, Prof. I Wayan Suanda alumni UPMI (dulu IKIP PGRI) Bali yang meraih profesor dalam rumpun ilmu Mikrobiologi Pertanian. Dengan demikian, total UPMI Bali kini memiliki lima guru besar.

Prof. Suarta menegaskan pengukuhan guru besar bukanlah sekadar seremoni akademik. melainkan peneguhan capaian intelektual, integritas moral, dan pengabdian panjang seorang ak ademisi dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, serta nilai-nilai kemanu siaan.

"Profesor merupakan puncak pengakuan akademik yang mengandung tanggung jawab besar tidak hanya bagi institusi, tetapi juga bagi bangsa dan peradaban," kata Rektor Suarta mengingatkan.

Dengan dikukuhkannya Prof. I Wayan Suanda, Rektor UPMI Bali Made Suarta merasa lega dan sukses apa yang dia rintis sebagai guru besar pertama di UPMI Bali pada 8 Juni 2023. Dia pun kembali melantunkan tem-bang' De Ngaden Awak Bisa" guna memberi motivasi bagai Suanda dan civitas akademika UPMI Bali terus berlajar hingga mencapai guru besar.

Dia menilai apa yang diraih Prof. I Wayan Suanda adalah buah dari ketekunan dalam riset, konsistensi dalam pub likasi ilmiah, dedikasi dalam pengajaran, serta pengabdian nyata kepada masyarakat. Dia berharap, pengukuhan ini sema-kin memperkuat peran profesor sebagai lokomotif keilmuan, teladan akademik, dan penjaga marwah perguruan tinggi.

Di tengah tantangan global disrupsi teknologi, krisis ling-kungan, serta kompleksitas sosial, kehadiran guru Besar dituntut untuk tidak hanya ung-gul secara akademik, tetapi juga peka terhadap konteks lokal, kearifan budaya, dan kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:  Catatan Kritis untuk Program “Satu Keluarga Satu Sarjana"

UPMI, lanjut Prof. Suarta, menaruh harapan besar agar para profesor terus berkontri-busi dalam membangun ilmu pengetahuan yang berdampak, relevan, dan berkelanjutan. Pengukuhan ini, kata dia, membawa keberkahan, baik bagi
profesor yang dikukuhkan, keluarga, institusi, maupun bagi kemajuan ilmu pengetahuan dan bangsa Indonesia.

Selain itu UPMI Bali juga meraih lima awards dalam ajang LLDIKTI VIII Awards 2025 masing-masing terbaik I bidang Ilmuwan Muda Bidang Sosial dan Humaniora, ilmu-wan muda bidang sosial dan humaniora. Juga meraih terbaik I ilmuan senior bidang sosial dan humaniora, PT dengan pemenang terbanyak Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan PT dengan Program Inovasi Seni Nusantara terbanyak.

Saat pengukuhan Wayan Suanda memaparkan orasi ilmiah hasil penelitian soal "Peman-faatan Lekesan sebagai Kearifan Lokal Bali dalam Pengendalian Jamur Patogen Stroberi Menuju Agrowisata Sehat dan Berkelan-jutan". Suanda asal Br. Sama, Pedungan Denpasar ini meraih S-1 di UPMI Bali, sedangkan S-2 dan S-3 di Bioteknologi Perta-nian Fakultas Pertanian Unud.

Lekesan bagi dia, mengandung tiga unsur penting, yaitu nilai religius dan etika sosial, yang mendasari praktek-praktik pengelolaan sumber daya hayat-inya. Kesemuanya ini merupak-an satu kesatuan sistem yang melandasi tatanan kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik komunitas petani ma-syarakat adat.

Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Dr. Ir. IGL Bagus Eratodi S.T,.M.T., IPU., ASEAN. Eng., APEC. Eng., didampingi Ketua Yayasan PT IKIP PGRI Bali, Drs. IGB Arthanegara, S.H.,M.H.,M.Pd., ikut bangga UPMI Bali terus mencetak guru besar. Prestasi ini merupakan bagian integral dari upaya be-sar kita untuk meningkatkan kualitas SDM Bali.

Dengan demikian semua perguruan tinggi di Bali se-makin terpacu untuk berinovasi, memperkuat tata kelola, serta memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan sumber daya manusia di daerah.

BACA JUGA:  Ratusan Maba UNR Ikuti AKKI 2025, Nyalakan Api Perjuangan untuk Negeri

Kepala LLDikti VIII mendorong seluruh perguruan tinggi Bali-NTB semakin memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sering dengan berbagai peningkatan prestasi internal institusi.

"Semakin banyak program studi dan institusi berpredikat Unggul, meningkatnya jumlah doktor dan guru besar, mesti sejalan dengan dampak yang diberikan untuk masyarakat, bangsa dan negara," pungkas IGL Eratodi.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top