“Menua dengan Bermakna: Saatnya Lansia Jadi Sumber Kekuatan Bangsa”

IMG-20251005-WA0002
Peserta Wisuda Sekolah Lansia (ist).

Tingginya rasio ketergantungan lansia dapat diperparah dengan ketidaksiapan kondisi finansial lansia mengingat tidak semua lansia memiliki jaminan sosial, dana pensiun, atau bahkan sumber pendanaan lainnya yang mampu menopang kebutuhan mereka. 

Data Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024 juga menunjukkan adanya benang merah antara kesejahteraan dengan pendidikan pada lansia. Mereka yang hidup dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi, umumnya memiliki kemampuan membaca dan menulis yang lebih baik. 

Hal ini tak lepas dari pengalaman bersekolah yang lebih lama di masa muda. Pendidikan yang lebih panjang bukan hanya memberi bekal keterampilan, tapi juga membuka peluang ekonomi dan akses pada kehidupan yang lebih layak.

Menuju Bonus Demografi Kedua

Indonesia kini bergerak menuju perubahan besar dalam komposisi penduduknya — dari dominasi usia muda ke struktur yang lebih menua. Menurut publikasi Statistik Penduduk Lanjut Usia 2024 dari BPS, sejak tahun 2021 Indonesia telah memasuki fase struktur penduduk tua (ageing population), di mana sekitar 1 dari 10 penduduk adalah lansia. 

Proporsi jumlah lansia sudah mencapai sekitar 12% dari total penduduk Indonesia. Proporsi ini menunjukkan bahwa negara kita telah resmi memasuki era ageing population. Fenomena ageing population bisa menjadi bonus demografi kedua, yaitu ketika

proporsi lansia semakin banyak tetapi masih produktif dan dapat memberikan sumbangan bagi perekonomian negara. Akan tetapi, lansia

dapat menjadi tantangan pembangunan ketika tidak produktif dan menjadi bagian dari penduduk rentan.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top