DENPASAR-sandybrown-gazelle-543782.hostingersite.com | Himbauan terkait mematikan saluran internet pada saat Hari Raya Nyepi dianggap sebagian pihak suatu hal yang konyol. Namun, PHDI Bali mengaku tak mempermasalahkan hal tersebut.
Ketua PHDI Bali, Prof. Dr. IGN Sudiana mengatakan, pihaknya tak mempermasalahkan cibiran ataupun tanggapan miring dari berbagai kalangan. Menurutnya, iimbauan mematikan saluran internet bukan hanya dari PHDI saja, melainkan atas dasar kesepakatan bersama seluruh tokoh agama dalam pertemuan yang dilaksanakan di Hotel Grand Santhi, Kamis (15/2/2018) yang lalu.
“Sebenarnya, itu kesepakatan bersama waktu pertemuan antara tokoh-tokoh agama, pemerintah, KPID, kepolisian, Korem, Kominfo dan sebagainya. Poin 4 ada imbauan pengelola provider diharapkan untuk mematikan selama 24 jam,” terangnya.
Menurutnya, terkait mematikan saluran internet tersebut hanya sebatas iimbauan saja. Apabila, hal itu dilakukan tentunya akan menambah khidmat perayaan Nyepi.
“Karena di internet itu kan banyak hiburan. Karena dalam catur brata penyepian itu ada amati lelanguan. Tapi banyak yang tersinggung. Berat. Itu wajar saja. Bahkan ada yang mengancam ketua Parisadha, ya itu biasa. Karena orang biasa menghibur diajak untuk tenang agak susah,” akunya.
Dengan hanya sebatas imbauan, PHDI Bali berharap agar masyarakat tak berpolemik ataupun berburuk sangka. Terlebih, imbauan tersebut sudah disampaikan ke pihak-pihak terkait, seperti DPRD Bali, Komisi Informasi (KI) Provinsi, kepada Menteri Kominfo.










