Masuk Angin, Bukan Angin Biasa. Jangan Sepelekan!

IMG-20261010-WA0036
dr. Etik Nurhidayati, S. Ked. [foto: ist]

Yang perlu diperhatikan bukan hanya apakah keluhan membaik, tetapi juga mengapa keluhan tersebut muncul.

Kapan Harus Waspada?

Kenali tanda bahaya nyeri dada dengan mengingat DADA:

Dada terasa tertekan

Dada terasa seperti tertindih, diremas, penuh, atau ditekan benda berat.

Ada penjalaran

Rasa tidak nyaman dapat menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau ulu hati.

Disertai gejala lain

Misalnya sesak napas, keringat dingin, mual, muntah, pusing, atau tubuh terasa sangat. lemas.

Awasi dan segera cari pertolongan

Terutama jika keluhan berlangsung beberapa menit, semakin berat, atau muncul berulang.

Tanda-tanda tersebut bukanlah cara untuk memastikan serangan jantung di rumah. Namun, keluhan seperti ini merupakan alasan untuk tidak menganggapnya sekadar masuk angin dan segera mencari pertolongan medis.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Menurut pedoman ESC (Perkumpulan Kardiologi Eropa) 2024, berbagai faktor risiko perlu diperhatikan untuk menilai kemungkinan adanya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah jantung.

Risiko penyakit jantung koroner dapat meningkat pada seseorang yang memiliki faktor seperti merokok, tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, obesitas, kurangbaktivitas fisik, serta riwayat keluarga penyakit jantung.

Namun, tidak memiliki faktor risiko tersebut bukan berarti seseorang sepenuhnya. terbebas dari penyakit jantung.

Keluhan juga dapat berbeda pada setiap orang. Pada perempuan, orang lanjut usia, dan pasien diabetes, gejala dapat lebih tidak khas, misalnya berupa sesak napas, mual, pusing, atau kelelahan tanpa nyeri dada yang jelas.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top