Keluhan akibat gangguan aliran darah ke jantung tidak selalu berupa nyeri tajam. Dada dapat terasa berat, tertekan, diremas, penuh, atau seperti tertindih benda berat. Rasa tidak nyaman juga dapat menjalar ke bahu, lengan, punggung, leher, rahang, atau bagian atas perut.
Pedoman American Heart Association (AHA) dan American College of Cardiology (ACC) tahun 2021 mengenai evaluasi nyeri dada menekankan bahwa masalah pada aliran darah ke otot jantung tidak selalu muncul sebagai nyeri dada. Sesak napas, mual, pusing , atau kelelahan juga dapat menjadi keluhan yang menyertai.
Tidak Semua Nyeri Dada adalah Serangan Jantung
Penting dipahami bahwa tidak semua nyeri dada berarti serangan jantung. Keluhan dada dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk gangguan otot dan tulang, saluran pencernaan, paru-paru, maupun penyebab lainnya.
Namun, karena penyebabnya beragam, kita tidak sebaiknya langsung menyimpulkan bahwa keluhan tersebut hanyalah "masuk angin". Pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya, terutama jika keluhan memiliki tanda-tanda yang mengarah pada masalah jantung.
Jangan Buru-Buru Dikerok!
Kerokan merupakan kebiasaan yang sangat dikenal di Indonesia. Setelah kerokan, tubuh memang dapat terasa lebih hangat dan nyaman. Namun, rasa nyaman tersebut tidak selalu berarti penyebab keluhan telah teratasi.
Jika seseorang mengalami gangguan aliran darah ke jantung, kerokan, minyak kayu putih, atau obat masuk angin tidak mengatasi penyebab dasarnya. Karena itu, jangan sampai rasa nyaman setelah kerokan membuat kita menunda pertolongan ketika muncul keluhan yang mencurigakan.










