Masuk Angin, Bukan Angin Biasa. Jangan Sepelekan!

IMG-20261010-WA0036
dr. Etik Nurhidayati, S. Ked. [foto: ist]

*Ketika "hal biasa" ternyata merupakan sinyal "bahaya" dari tubuh.

DENPASAR-fajarbali.com | "Ah, paling cuma masuk angin." Kalimat ini mungkin sering kita dengar ketika seseorang merasa pegal, meriang, kepala terasa berat, perut kembung, mual, atau tubuh terasa tidak enak badan. Solusinya pun sederhana: kerokan, minyak kayu putih, minuman hangat, lalu tidur.

Namun, bagaimana jika keluhan tersebut bukan sekadar masuk angin? Bagaimana jika rasa tidak nyaman di dada yang dianggap biasa ternyata merupakan tanda adanya masalah pada jantung?

Masuk Angin Bukan Sekadar Angin

Secara medis, "masuk angin" bukanlah nama suatu penyakit. Istilah ini biasa digunakan untuk menggambarkan berbagai keluhan, seperti meriang, pegal, kembung, mual, sakit kepala, atau lemas.

Penyebabnya pun beragam, mulai dari kelelahan, kurang tidur, dehidrasi, infeksi, hingga gangguan pencernaan.

Karena itu, tidak semua keluhan tersebut dapat dianggap sama. Terlebih jika muncul rasa tidak nyaman di dada. Pada kondisi inilah kita perlu lebih waspada.

Ketika "Angin" Temyata Berasal dari Jantung

Masyarakat juga mengenal istilah "angin duduk" untuk menggambarkan nyeri atau rasa tidak nyaman di dada. Dalam dunia medis, salah satu kondisi yang dapat menyebabkan keluhan tersebut adalah angina pektoris, yaitu keluhan akibat pasokan darah dan oksigen ke otot jantung tidak mencukupi kebutuhan.

Jika aliran darah ke jantung terganggu secara tiba-tiba, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi sindrom koroner akut (SKA), yang merupakan keadaan darurat dan membutuhkan pertolongan segera.

BERITA TERKINI

TERPOPULER

Scroll to Top