"Kalau memang penghasilannya mepet, tidak apa-apa dari penghasilan kita 70 persen untuk konsumsi, 30 persen untuk investasi. Tetapi minimal kita harus menyisihkan setidaknya 20 persen dari penghasilan kita untuk investasi, lebih besar lebih baik. Namun, pada umumnya seseorang malas mengatur keuangan jika tidak mempunyai tujuan. Karenanya, seseorang harus memastikan tujuan dan nilai dari tujuan yang ingin dicapainya agar lebih disiplin mengatur keuangan," imbuhnya.
Fredy menekankan, bagian penting dari menyisihkan penghasilan di awal adalah untuk memenuhi kebutuhan darurat. "Tanpa adanya dana darurat, kita bakal kesulitan saat membutuhkan uang dalam keadaan darurat, salah satu contoh konkretnya adalah masa pandemi Covid-19 yang menyebabkan ketidakpastian ekonomi," pungkasnya. (dha)










